Connect with us

Berita Utama

Pasar Mardika Tanpa Sentuhan PSBB

Kondisi Pasar Mardika, Selasa (30/6) sore saat PSBB dilaksanakan. -Lutfi Heluth-

Ambon, ameksOnline.- Hingga memasuki hari kesembilan penerapan pembatasan sosial berskala besar di Ambon, tidak berjalan maksimal. Gelombang aksi protes justeru terjadi. Banyak warga menilai pemerintah tidak tegas. Posko di beberapa titik juga dibiarkan kosong. 

Pantuan ameksOnline, Selasa (30/6) sore, Pasar Mardika masih tetap ramai. Meski hujan deras, tumpukan warga masih terlihat. Penjual juga berjejal. Tidak ada jaga jarak. Bahkan diantara mereka yang melepas masker. Pengawasan tidak ada. Apalagi Satpol PP. 

Angkutan kota juga tidak menerapkan protokoler kesehatan. Tidak ada jarak diantara penumpang. Kemacetan justeru masih terlihat, seperti belum ada penerapan PSBB. Diantara warga juga tak ada jarak. Jangankan dua meter, satu meter pun jarang terjadi. 

“Ini karena tidak ada pengawasan. Kalau tidak mampu menjalankan PSBB, dihentikan saja. Dari PSBR, PKM, hingga PSBB tidak ada gunanya. Angka pasien covid justeru bertambah. Lihat saja, waktu PSBR bagaimana angka pasien naik terus. Terus PKM, lalu sekarang PSBB,” kata Ferdinand, pegawai swasta.

Menurut dia, ini karena Pemerintah Kota Ambon sebagai pelaksana PSBB tidak tegas. Mengharapkan masyarakat disiplin itu sulit, jika tak diikuti dengan kerja keras pemerintah. “Kami masyarakat jadi takut sendiri. Apakah benar-benar kita dilindungi oleh pemerintah ataukah tidak,” kesal dia.

Hal yang sama disampaikan Edison. Kata dia, PSBB berhasil di Jawa Barat, dan Jakarta. Ambon dengan populasi sedikit, dan wilayah kota yang kecil, harusnya bisa dengan mudah dikendalikan oleh pemerintah. Ini sebaliknya, pemerintah seperti tidak mampu mengendalikan aktivitas warga lewat pelaksanaan PSBB.

“Pasar Mardika itu kan episentrum penyebaran covid. Kenapa justeru dibiarkan penumpukan manusia disana. Ini namanya penerapan yang salah kaprah. Di jalan raya diperketat. Lah, Pasar Mardika justeru dibiarkan manusia menumpuk. Ini kan kebijakan yang keliru,” punks Edison.(upi)

1 Comment

1 Comment

  1. Albert Kelpitna

    Juni 30, 2020 at 12:27 pm

    PSBB VS PKM. Sesuai evaluasi saya terhadap ke dua peraturan tsb kesimpulannya sebaiknya AKHIRI konsep PSBB krn terbukti di pasar mardika sejak PSBB diperlakukan sama sj tdk jalankan protokol kesehatan C 19 sehingga tidak efektif untuk menekan lajunya pertambahan C 19 hal ini kita berkaca dari daerah Jawa Timur yg sdh berlakukan PSBB tp sekarang jadi episentrum. Jika dibandingkan dengan PKM tidak berbeda jauh malah rakyat tidak diperbolehkan bepergian. Jd saya usul untuk bapak walikota kembali perlakukan PKM seperti yg lalu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama