Connect with us

Berita Utama

Tolak Pelaksanaan PPKM Pengetatan , Mahasiswa Ricuh Dengan Aparat

Ambon, ameksOnline. -Puluhan mahasiswa IAIN Ambon, melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Ambon. Mereka datang dari kampus tersebut memprotes pelaksanaan PPKM pengetatan yang sementara berlangsung di Kota Ambon.

Pantauan media di kantor Wali Kota, puluhan mahasiswa ini mendatangi tersebut sekira pukul 11.30 WIT. Mereka kemudian menyuarakan aspirasi mereka, sayangnya aksi tersebut belum berlangsung lama, para mahasiswa ini sudah beradu mulu bahkan bentrok dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja, yang bertugas. Sejumlah mahasiswa dianiaya.


Meski akhirnya aksi tersebut kembali berlangsung. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menolak pelaksanaan PPKM. Mereka menilai jika PPKM hanya menyusahkan masyarakat.

Baca: Penjelasan BWS Maluku Soal Check Dam


“Jika Ambon ini sudah darurat kenapa pak Wali Kota tidak mengeluarkan keputusan ? Ingat instruksi itu sipatnya bukan mengikat. Jadi harus dipahami. Yang terjadi di Kota Ambon ini keadaannya memaksa sekali, ” kata salah seorang mahasiswa dalam aksi tersebut, Kamis(15/7).

Menurut mereka, salah satu yang dianggap menyusahkan yakni, pemberlakuan kartu vaksin diseluruh instansi pemerintah yang ada di Kota Ambon.


“Kita tolak PPKM, sangat-sangat menyusahkan masyarakat. Instruksi tidak mengikat kita tolak. Kita juga akan laporkan aksi penganiayaan yang dilakukan oknum-oknum tadi, ” tegas mereka.

Karena dianggap masih berkerumun dan tidak mengindahkan protokol kesehatan personil Satpol Pp bersama personil kepolisian membubarkan paksa aksi tersebut.

Wakapolresta Ambon, AKBP Heri Budianto menyayangkan aksi mahasiswa IAIN ditengah penerapan PPKM Pengetatan di Kota Ambon.


“PPKM inikan berlangsung disebagian besar di Indonesia, termasuk kota Ambon. Harusnya teman-teman mahasiswa ini dukung, bukan malah protes, ” kata dia kepada wartawan.


Orang nomor dua di Polresta Ambon ini mengaku, jika aksi tersebut dianggap melanggar aturan karena tidak ada surat pemberitahuan aksi.

Baca: Singapura Nambah Oksigen Buat Indonesia


“Mereka tidak punya pemberitahuan, makanya waktu kami terima informasi langsung kami kesini dan meminta mereka untuk bubar, malah terjadi aksi adu mulut, ” ujarnya.

Dirinya juga berjanji, akan menindak oknum-oknum yang diduga terlibat penganiayaan.


“Jika mereka (mahasiswa red) laporkan kita akan pelajari dan tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, ” pungkasnya. (ARH).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama