Connect with us

Lintas Pulau

Pelanggar Protokol Kesehatan Bersihkan Fasilitas Umum

Pelaku pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi memakai rompi orange dan membersihkan fasilitas umum, salah satunya selokan air, disalah satu kawasan yang ada di Kabupaten SBB, kemarin. -IST-

Ambon,ameksOnline.- Pemerintah kabupaten (Pemkab) dan Satgas penanganan Covid-19 Seram Bagian Barat (SBB) memberikan, tindakan tegas bagi warga yang melanggar protokol kesehatan.

Anggota tim Satgas Covid-19 kabupaten SBB, Linda Waliulu mengatakan, pihaknya memberikan tindakan tegas bagi warga yang melanggar protokol kesehatan.

“Kita melaksanakan operasi Yustisi penegakan disiplin bagi warga melanggar Protokol kesehatan. Kita berikan tindakan tegas dengan cara memberikan hukuman sosial yakni membersihkan fasilitas umum,”jelas dia, kepada Ameks Online, sore tadi.

Natsepa

Menurut Waliulu, tindakan tegas itu diutama bagi warga yang kedapan tidak menggunakan masker. “Kita temukan banyak warga yang ternyata belum sadar dan mematuhi protokol kesehatan terutama tidak menggunakan masker. Dan itu hampir diseluruh daerah atau lokasi yang kita melaksanakan operasi Yustisi itu,”kata dia.

Dikatakan, SBB sendiri saat ini SBB, merupakan salah satu daerah yang dianggap rawan terjadinya penyebaran virus mematikan itu.


“Karena rawan maka kita berikan sanksi tegas terhadap mereka yang melanggar protokol kesehatan. Ketika kita temukan warga yang melanggar kita beritahu tentang Perbup itu, kemudian kita berikan pilihan mau sanksi administrasi berupaya bayar denda Rp 100.000 hingga Rp 250.000, bagi perorangan dan tempat usaha Rp 500.000 sampai dengan Rp 1.000.000, atau sanksi sosial. Namun kebanyakan dari warga itu memilih sanksi sosial,”paparnya.

Ditegaskan operasi yustisi yang dilaksanakan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten SBB, dilaksanakan disleuruh kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. Senin kemarin, mulai dilakukan penindakan terhadap yang melanggar melalui operasi yustisi pencegahan Covid 19.

“Awalnya di Kecamatan Kairatu bertempat di depan pasar gemba, Kecamatan Kairatu Barat, bertempat di depan pasar Desa Kamal, selanjutnya, di Kecamatan Huamual, bertempat di dusun Laala, dan kecamatan Waisala bertempat di desa Waisala. Besok (Minggu) rencananya di kecamatan Taniwel Timur. Operasi ini kita lakukan dengan penindakan,”beber Linda.

Wanita yang juga menjabat sebagai kepala Bidang layanan Publik, Dinas Infokom SBB, menambahkan operasi Yustisi itu, terus akan dilaksanakan hingga Covid-19 hilang dari SBB. “Kita tidak akan menyerah dalam memberantas peredaran Covid-19 ini,”tegasnya.

Waliulu mengaku, salah satu cara yang tepat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni melaksanakan 4M dan ingat pesan Ibu.


“Kalau mau Covid-19 hilang dari SBB, maka kita semua harus taati protokol kesehatan, terutama memakai masker saat berada diluar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, kemudian menjaga jarak mnimal 1.5 meter, serta menghindari kerumunan agar virus tidak mudah terjangkit,”pungkasnya. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau