Connect with us

Berita Utama

Pembunuhan JMP Mulai Diadili, RB tak Tahan Lihat Firman Dianiaya

Firman Dibunuh
Kasus Pembunuhan terhadap Firman di JMP pada 19 Agustus 2021 lalu.

Ambon, ameksOnline.- Pembunuhan JMP mulai diadili. Dua terdakwa RB dan AP dihadirkan JPU dalam sidang virtual Pengadilan Negeri Ambon. Kasus ini menewaskan Firman Tole.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon Crhisman Sahetapy beberkan fakta dibalik kasus pembunuhan itu. Sidang secara virtual yang digelar Pengadilan Negeri Ambon berlangsung tertutup.

Usai sidang, Chrisman Sahetapy kepada wartawan mengatakan, sidang berlangsung tertutup, karena terdakwa RB (16) masih dibawah umur. Sesuai dakwaan, dalam aksinya RB sempat melerai AP yang terus memukul Korban Firman.

Baca:

Chrisman menuturkan saat pembunuhan itu, RB memilih pergi meninggalkan AP dan korban Firman. RB pergi, karena tak tahan melihat AP menganiaya korban.

Akibat pemukulan AP, korban terjatuh diatas jalan raya JMP. Korban tak sadarkan diri. AP, lalu melompati pagar pembatas JMP, dan menyuruh RB untuk mengangkat tubuh korban yang tengah terkapar.


Kemudian dari luar pagar pembatas JMP, AP berteriak kepada RB untuk mengangkat tubuh korban melewati pagar pembatas JMP.

“Terkait dengan adanya tubuh korban berada di bawah JMP, saat ini kami masih terus mendalami proses penyidikan terhadap terdakwa AP. Karena untuk kelengkapan BAP dan kasusnya masih dalam tahap dakwaan. Jadi kami masih terus lakukan pendalaman kelengkapan berkas perkara,” tambahnya.

Diketahui, Insiden Naas Yang menimpa Korban Firman ini terjadi pada Kamis 19 agustus 2021 lalu di atas Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon. Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 170 ayat (2), pasal 338 ayat (3) pasal 351 ayat (3) dan pasal 340 Joucto Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.Tutup JPU.

Baca:

Pembunuhan terhadap Firman Ali alias La Tole (20) terjadi pada 19 Agustus 2021. Dia dibunuh oleh dua rekannya, berinisial RB dan AP. Awalnya Firman dianiaya diatas JMP. Setelah korban tak sadarkan diri, dua pelaku melempar Firman dari atas Jembatan Merah Putih.

Hal ini terungkap setelah 21 jam Penyidik Polresta Pulau Ambon dan PP Lease melakukan penyelidikan. Awalnya polisi menemukan adanya indikasi korban dibunuh, bukan sengaja melompat dari JMP.

Polisi mengejar RB dan AP di Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Mereka dijemput sekira pukul 08.30. Keduanya lantas digelandang ke Mapolresta Ambon.(MG6)
 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama