Connect with us

Teknologi

Dominggus, Pendeta Penemu Obat Penyembuh HIV/AIDS

Ambon, ameksOnline. – Jadi pendeta, bukan sebatas pengkhotbah. Asimiliasi, dan kemudian berbuat banyak kepada masyarakat juga menjadi rohaniawan. Dominggus Risaputty, pendeta satu ini mampu menemukan obat yang disebutnya bisa menyembuhkan HIV/AIDS.

Dominggus, tercatat sebagai Pendeta Pentakosta. Selain sebagai juru agama, dia juga melakukan riset biologi.  Dalam riset, ditemukan penawar untuk penyakit membahayakan bagi tubuh manusia. Penawar itu, dinamakannya, minyak Harum Maluku. 

Eksprimen pendeta yang memiliki satu orang anak, dan satu istri berhasil membuat sejumlah pasiennya puas. Obatnya sudah tersebar hingga manca negara. Belanda misalnya. Pasien kanker bisa sembuh, HIV dan kudis juga demikian. 

Pasiennya memberi kesaksian. Mereka juga melakukan terapi pijat gosok minyak harum maluku. Minyak Harum Maluku ini, dua jenis. Minyak terapi dan herbal. Minyak ini terbuat dari rempah-rempah Maluku, yakni Cengkih, Pala, Minyak Kayu Puti, serta campuran rempah-rempah tradisonal lainnya yang diramu secara sublimasi. Bebas, dari penggunaan methanol maupun bahan kimia. 

Minyak ini terbukti mujarab. Dapat menyembuhkan berbagai penyakit.  Asam urat, gatal-gatal, gigitan nyamuk, penyakit seperti lecet akibat luka tabrak kecelakan, reumatik, luka bakar, benturan benda tumpul, batuk pilek, pegal linu, sinusitis serta penyakit lainnya. 

“Jadi ada dua jenis. Terapi dan Herbal. Herbal, mempunyai kasiat untuk menyembuhkan Kanker payudara, kanker geta bening dan juga HIV/AIDS,” ungkap pria berkepala plontos itu, saat hadir di Redaksi Ambon Ekspres, kemarin. 

Ia menyebut, Minyak Harum Maluku berdiri sejak tahun 2006 dengan bendera CV. Alfa Blazing. Lokasinya di Jembatan Eti, Jln Trans Seram, Desa Eti, Kabupaten Seram Bagian Barat. Sudah banyak pasien, yang sehat berkat Minyak Harum Maluku.

“Pasien bukan hanya di Maluku saja, Kalimantan, Papua, dan Jakarta sudah merasakan khasita Minyak ini. malah dari Belanda datang jauh-jauh hanya membeli dan kembali untuk menyembuhkan HIV/AIDS,” kata pria yang berasal dari Desa Eti itu. 

Ia mengaku, dibantu 5 karyawan. Semangatnya kuas melakukan inovasi. Kemudian produksi. “Sampai saat ini, kita masih menunggu ijin edar secara nasional. Namun, bagi kami Minyak Harum Maluku, belum ada edar nasional tapi sudah menjadi bagian dari sebagai masyarakat yang ingin sehat dan sembuh,” kata dia.

Hasil risetnya sudah dipromosikan di Jakarta. Produknya diboyong Pemerintah Kabupaten SBB. Disana banyak pengunjung yang terharu dan ingin membeli khasiat minyak Harum Maluku. 

Sayangnya, pemerintah SBB belum membantu membuka pasar produk ini. Dia berharap Pemda juga mempunyai inovasi dari aspek sosial, kesehatan dan pembangunan guna mewujudkan daerah yang sejahtera dan masyarakat yang sehat. 

“Pa Gubernur Murad Ismail sangat merespone baik kehadiran minyak ini. Ia berharap minyak ini dibawa ke beliau. Gubernur berjanji akan memperkenalkan di luar Maluku juga. Ini suatu kebanggaan bagi kami,” kata pria yang kesehariannya membagikan diri untuk bersaksi untuk umat di Gerja itu. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Teknologi