Connect with us

Berita Utama

Pengambil Jenazah Covid, Bakal Diproses Hukum

Jenazah akhirnya kembali dibawah Tim Covid untuk dilakukan pemakaman sesuai protokoler. -Ars Hehanussa-

Ambon,ameksOnline.- Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Ambon, bakal mengambil tindakan tegas terhadap warga yang mengambil paksa jenazah HK (57), dari mobil jenazah RSUD dr Haulussy, Ambon, saat hendak dimakamkan ditempat pemakaman khusus Covid-19, di desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon.

Kapolresta Ambon, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan atas kasus pengambilan jenazah HK mantan anggota DPRD Maluku Tengah itu. “Kita akan ambil langkah (proses hukum), dengan melakukan penyelidikan. Kan nanti ada Intel dan Reskrim kita yang bergerak,” kata Kapolresta, saat ditemui dilokasi kejadian, Jumat sore.

Menurutnya, yang terpenting saat ini jenazah HK harus dimakamkan, sebab HK sendiri merupakan pasien positif Covid-19. “Kita fokus dulu bagaimana jenazah ini diproses untuk di makamkan dulu, karena jenazah ini kan pasien Covid. Jadi kalau Covid tidak boleh berlama-lama,”ujarnya.

Perwira menengah Polri ini, mengaku jika insiden pengambilan jenazah dari mobil ambulans saat hendak dimakamkan itu merupakan sebuah kesalapahaman. “Ada sedikit kesalapahaman sehingga menyebabkan peristiwa itu terjadi. Ada langkah yang kita lakukan setelah pemakaman nanti,” terangnya.

Tak hanya itu, Kapolresta berharap, agar insiden pengambilan paksa jenazah tersebut, merupakan peristiwa yang pertama dan terakhirnya kalinya di kota Ambon.

Sementara itu, Eddy Maunusu (42) sopir mobil ambulans yang membawa jenazah tersebut mengungkapkan, jika selama bertugas mengantarkan jenazah Covid-19, baru pertama kali dilakukan pengadangan. Saat penghadangan lanjut Eddy, keluarga HK yang saat itu bersama dirinya didalam mobil ambulance tersebut kebingungan.
“Didalam mobil ambulance ada anak almarhum, dan

dua petugas. Didepan dan belakang kami (ambulance) ada pengawalan dari pihak kepolisian, saat tiba disini (jalan jenderal soedirman, ada penghadangan dan saya langsung berhenti, tapi keluarganya tidak mau, namun massa sudah banyak,” tuturnya.

Ketika terjadi penghadangan itu, lanjut Eddy dirinya dan petugas tidak bisa berbuat banyak sebab warga yang menghadangi mereka mencapai ratusan.
“Karena sudah banyak langsung saya berhenti dan mereka ambil jenazah itu,” ujarnya.


Sekedartahu jenazah dibawa dari kediamannya dikawasan jalan jenderal Soedirman menuju tempat pemakaman umum, Warasia, sekira pukul 18.20.WIT, untuk dikebumikan. Warga sempat protes. Jenazah sendiri mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (AHA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama