Connect with us

Berita Utama

Penyelidikan Rampung, Wellem Watimena Siap-Siap

Ambon, ameksOnline.- Dugaan korupsi dana hibah untuk pembangunan Pastori IV GPM Waai, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2018 kian terang. Penyelidikaannya rampung. Wellem Wattimena alias Wellem jadi target. 

Politisi Demokrat ini, jadi pihak yang sering disebut penyelidik Kejati Maluku. Mereka mengaku Wellem dan sejumlah saksi lainnya sudan diperiksa. Termasuk, bukti-bukti korupsi terkait kasus yang mencederai institusi agama itu sudah dikantongi. 

“Saya belum bisa simpulkan. Tapi dia (Wellem) sudah diperiksa. Termasuk saksi-saksi lainnya juga sudah diperiksa,” ungkap Asisten Intelejen Kejati Maluku, Muhamad Iwa kepada AmeksOnline diruang kerjanya, siang ini. 

Menurutnya, pemeriksaan saksi-saksi sudah selesai. Teemasuk pengumpulan data berupa dokumen bukti lainnya sudah dikantongi penyelidik. “Jadi sudah selesai. Saat ini sementara ditelaah. Nanti kita lihat,” jelas dia. 

Menyinggung soal apakah, kejahatan korupsi dalam kasus ini, ia enggan berkomentat banyak. Namun, dipastikan tuntas. “Ya, nanti lihat. Saya belum bisa simpulkan. Kamu mau jebak-jebak saya,” kata Iwa dengan nada tertawa. 

Diketahui, Badan Pemeriksa Keuangan RI dalam pemeriksaan terkait penggunaan dana Hibah pembangunan Pastori IV GPM Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, menemukan aliran dana sebesar Rp650 juta ke anggota DPRD Maluku asal Partai Demokrat, WW.

Dana itu tidak diterima langsung oleh WW. Panitia pembangunan Pastori menyerahkan uang itu melalui dua orang. Tahap pertama dan kedua, uang diserahkan kepada asisten pribadi WW, berinisial ML. Sementara penyerahan tahap ketiga, diserahkan melalui saudaranya WW, SM.

Penyerahan juga dilakukan tiga tahap. Tahap pertama, panitia menyerahkan uang sebesar Rp150 juta, pada tanggal 5 Juni 2018. Tahap kedua kembali diserahkan pada tanggal 21 Juni 2018 sebesar Rp200 juta. Sedangkan tahap ketiga diserahkan pada tanggal 31 Januari 2019.

Dalam laporan hasil audit BPK yang dikantongi ameksOnline, juga dirincikan hasil pemeriksaan terhadap WW. Dalam pemeriksaan anggota DPRD Maluku itu, mengaku menerima dana bantuan hibah pembangunan Pastori sebesar Rp650 juta. Anehnya, bukan dibangun Pastori, dia justeru mengalihkan dana ini untuk pembangunan kantor Jemat GPM Waai.

Politisi Demokrat ini sendiri yang membelanjakan material bangunan, tanpa melibatkan panitia. Dalam pemeriksaan, dia mengaku sudah menyerahkan pertanggungjawaban ke Pemerintah Provinsi Maluku Cq Bendahara Umum Daerah, melalui panitia pembangunan Pastori IV.

BPK tak berhenti pada keterangan WW. Mereka lalu meminta konfirmasi Bendahara Umum Daerah terkait pertanggungjawaban tersebut pada tanggal 9 Mei 2019. Hasilnya, dokumen pertanggungjawaban tak pernah diterima Bendahara Umum. BPK berkesimpulan, penggunaan dana hibah sebesar Rp650 juta, tidak dapat diakui dan diyakini kewajarannya.

Anggota DPRD Maluku, WW yang dikonfirmasi ameksOnline lagi-lagi tak mau buka mulut. Data yang dikantongi justeru sudah watsapp ke nomor handphone milik WW. Dia hanya membaca, dan tak memberikan komentar apapun.

Kepala Keuangan Setda Maluku, Lutfi Rumbia yang dikonfirmasi tidak membantah adanya alokasi dana hibah untuk pembangunan Pastori IV GPM di Desa Waai. Namun dia harus memastikan dulu besaran anggaran yang telah dialokasikan untuk panitia pembangunan. “Nanti saya cek,” kata dia kepada Ambon Ekspres beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Maluku mulai mengorek kasus dugaan korupsi pembangunan Pastori IV GPM Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Rencana pengumpulan bukti sedang dilakukan. “Kami sedang mendalami. Tunggu saja,” kata sumber ameksOnline di Kejati Maluku.(NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama