Connect with us

Berita Utama

Perampokan di Sumber Asia Berawal Dari Tawaran Seks Komersial

Para pelaku perampokan yang ditahan polisi, beserta barang bukti hasil rampok. -Nelson-

Ambon, AmeksOnline.- Penyidik Polres Ambon menemukan motif baru dalam perampokan di Penginapan Sumber Asia 2. Sebelum perampokan, para pelaku menawarkan wanita kepada BH. Usai melakukan adegan seks, datang para pelaku menggedor pintu korban.

Wanita yang ditawarkan, adalah WM (19). WM bagian dari komplotan sindikat perampokan ini. Dia ditawarkan kakak kandungnya, BM alias Ongen bersama istrinya, JT alias Jupe, kepada BH. 

BH pria asal Sanana, Maluku Utara ini terpantik birahinya. Dia mengamini tawaran pasangan suami isteri ini. Setelah BH sepakat dengan nilai transaksi. Ongen dan Jupe bersama empat rekan mereka, mengatur rencana perampokan. 

“Ini modus baru. Pencurian disertakan penganiyaan,”tegas Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Gilang Prasetya kepada waetawan di Mapolres Pulau Ambon, siang ini. 

Welma lalu dikirim ke BH. Mereka kemudian melakukan hubungan layaknya seorang suami istri. Usai berhubungan badan. Mereka duduk ngobrol. Tiba-tiba ada BM bersama tersangka lain datang dam mengetuk pintu. Tanpa disuruh, Welma membuka pintu. 

Para pelaku masuk dan langsung memgancam korban. Harta benda pria 40 tahun (korban) berupa uang tunai Rp76 juta, mengambil 2 unit Hp merek Vivo 15 Pro dan hp Merk Nokia. 

Setelah menggasak habis barang korban, mereka kabur bersama dia. Tersangka JK yang mengaku oknum Polisi itu berlagak menahan korban. Dan keluar bersama korban. Dijalan korban ditinggalkan. 

“Jadi ini pengembangan dari tersangka awal yakni JK. Mereka melakukan kekerasan dan penganiyaan. Jk kami tangkap. Kemudian pemgembangan. Keempat tersangka, WM, JT, PM dan MS terdeteksi di Taniwel. Kerjasama kami dengan Sat Reskrim Polres SBB akhirnya keempat tersangja diamankan,” kata dia. 

Penangkapan keempat tersangka disertakan barang bukti curian. Sayangnya uang senilai Rp76 juta sudah dikuras hingga tersisa Rp40.900.000,-. “Mereka beli baju, celana dan tas. Lainnya foya foya. Semuanya sudah kami sita. Untuk pelaku LI dan JE masih buron,” jelas Kasat Reskrim. 

Perbuatan para tersangka yang diduga telah dilakukan berulang kali ini, dijerat pasal 365 KUHPidana dan atau pasal 362 KUHPidana Jo Pasal 55 dan pasal 56 KUHPidana. “Pasal 365 ancaman hukuman maksimal 9 tahun. Sedangkan, 362 anacaman maksimalnya 11 tahun. Jadi, sudah lima tersangka yang sudah ditahan. Dua masih buron,” tandas Prasetya. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama