Connect with us

Lintas Pulau

Pesta Miras di KMP Rokatenda, ASDP Bantah Keterlibatan ABK

ILUSTRASI


Ambon, ameksOnline.- Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan sejumlah oknum Anak Buah Kapal (ABK) KMP Rokatenda dan penumpang dalam pelayaran dari Dermaga Waipirit, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menuju Dermaga Hunimua, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (13/5). Tepat Hari Raya Idul Fitri.


Dalam pelayaran itu, mereka berpesta minuman keras (miras) sambil berjoget-joget. Sejumlah penumpang yang ikut dalam pelayaran resah dengan ulah oknum ABK ini.


Mereka meminta pimpinan ASDP melakukan evaluasi terhadap kinerja anak buahnya itu. Dalam pelayaran itu, tidak banyak penumpang dan kendaraan yang diangkut. Ada 4 unit mobil dan sekitar 29 sepeda motor serta puluhan penumpang.


Salah seorang penumpang yang tidak ingin diberitakan namanya mengungkapkan, pesta miras di KMP Rokatenda itu mulai berlangsung setelah kapal lepas tali dari Dermaga Waipirit sekira pukul 18.35 WIT. Ada oknum ABK yang diduga mengeluarkan miras jenis sopi dan mereka mengonsumsinya secara bersama-sama diatas kapal.


Tidak hanya itu, kata dia, oknum ABK ini juga membunyikan musik dengan suara yang sangat besar karena disambung dengan sound yang ada di bagian Kafetaria.

“Aksi mereka sangat mengganggu ketenangan penumpang lainnya. Mereka minum di geladak penumpang sambil memutar musik dengan bunyi yang sangat keras. Para penumpang resah dengan tindakan mereka,” tandasnya.


Ironisnya, diduga sudah dalam pengaruh minuman keras, mereka kemudian berjoget-joget di depan Kafetaria yang juga bersebelahan dengan Mushallah di kapal itu. Pesta miras dan joget ini bahkan berlangsung hingga kapal hendak bersandar di Dermaga Hunimua Liang sekira pukul 20.20 WIT.


“Kami minta pimpinan ASDP untuk mengevaluasi mereka. Sangat tidak etis ketika dalam pelayaran, ada ABK malam mengonsumsi miras dalam pelayaran yang juga ada penumpang umum lainnya. Apalagi kejadian ini tepat saat Hari Raya Idul Fitri,” tandasnya.
BANTAH KETERLIBATAN ABK
Terpisah, Manager Usaha PT. ASDP Ambon Syamsudin Tanase yang dikonfirmasi tidak membantah bila ada pesta miras di atas kapal penyeberangan itu. Namun dia membantah ada keterlibatan ABK dalam aksi mabuk-mabukan itu.


Menurut dia, memang benar jika ada sekelompok pemuda yang mengonsumsi miras dalam pelayaran. Namun, kata dia, aksi itu sudah ditegur oleh pihak kapal.

Menurut dia, kamera pengawas CCTV sudah diperiksa dan tidak ada keterlibatan ABK. “Info dari nakhoda bahwa yang putar musik kencang itu anak-anak dari satu kampong di SBB yang mabuk. Mereka sempat di tegur oleh salah satu ABK. Bukan ABK kapal yang mabuk,” ujar Tanase.


Dia berharap jika ada penumpang yang memiliki bukti kuat berupa foto atau video ada keterlibatan ABK, bisa disampaikan agar ditindak. Sehingga memberikan efek jera kepada ABK yang lain.


Penindakan yang dimaksud dengan diberikan sanksi penurunan golongan dan juga standar gaji. Bahkan jabatannya bisa diturunkan. Bahkan kalau pelanggaran yang sudah melebihi akan dilakukan pemecatan oleh pimpinan ASDP.


“Kalau ada foto atau video bisa serahkan kepada kami sebagai bukti. Karena pernyataan nahkoda, bukan ABK yang mabuk-mabuk dan putar lagu kencang,” tandasnya.(WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau