Connect with us

Berita Utama

Pilkada Maluku Tengah, Ini Sosok Yang Dinilai Paling Berpeluang

Ibrahim Ruhunussa
Ibrahim Ruhunussa

Ambon, ameksOnline.- Pilkada Maluku Tengah tiga tahun lagi. 2024 gawe itu akan digelar pada September. Riuh rendah siapa kandidat pengganti Tra Tuasikal sudah dibahas. Sosok Ibrahim Ruhunussa salah satunya, disamping Sukri Wailissa, maupun Sam Latuconsina.

Tiga sosok ini paling dibicarakan. Tokoh muda Leihitu, Basri Ely menyebut Ibrahim Ruhunussa paling berpeluang. Kerjanya di grass root sudah gencar mengimbangi, Abdullah Tuasikal yang mendorong masuk istrinya, Mirati Dewaningsih sebagai kandidat Bupati.

Selain itu, Ibrahim dinilai punya nilai lebih dimata pemilih. Politisi muda, juga menyatu dengan masyarakat. Tak sebatas pemilihnya di daerah pemilihan Leihitu saat Pemilihan Legislatif, seluruh masyarakat Malteng justru dirambahnya.

Baca:

“Saya kira, wajar dia didorong. Demokratisasi harus berjalan. Harus ada regenerasi politik. Jangan mereka-mereka itu saja. Politik itu harus dinamis, agar masyarakat punya preferensi politik dalam memilih,” ungkap Basri kepada ameksOnline.

Dia juga menyinggung peluang Ruhunussa. Kata Basri, Leihitu menjadi basis. Kemudian Pulau Seram, yang juga sudah disentuh cukup lama oleh Ibrahim, disamping wilayah lain. Karena itu, peluangnya jauh lebih besar.

“Ibrahim Ruhunussa itu mantan Ketua DPRD Malteng. Kini menjadi anggota DPRD. Jadi soal popularitas sudah tuntas lah. Mayoritas pemilih Malteng, pasti penal yang namanya Ibrahim Ruhunussa,” kata dia.

Nendy Kurniawan Asyari dari lembaga survei Index mengungkapkan, pertarungan Malteng di 2024 akan dihiasi oleh kelompok politisi muda. Ada Ibrahim Ruhunussa, Sukri Wailissa, Rudi Lailosa, dan Sam Latuconsina.

Menurut Nendy, pertarungan akan tidak biasa-biasa saja, karena mereka ini memiliki basis besar. Meski demikian, basis sosial sebagai bagian dari modal politik, tak cukup jika tak diimbangi dengan modal finansial yang cukup.

“Pilkada itu butuh dana. Tidak tiba-tiba Anda mau maju, lalu maju saja. Yang dihadapi, adalah pemilih pragmatis cukup besar. Kalau modal sosial dan modal finansial sudah baik, peluang menang akan jauh lebih besar,” kata dia.

Baca:

Soal empat politisi muda ini, Nendy menilai, masing-masing punya basis. Karena itu, mereka punya kekuatan di Malteng. Meski demikian, dia lebih cenderung melihat kemampuan modal sosial dan finansial ada di Ibrahim Ruhunussa.

Kerja politik, kata Nendy, butuh waktu panjang. Tidak bisa satu ada dua tahun jelang pilkada baru bekerja. Meraih simpati pemilih itu sulit, karena itu butuh waktu lama. Apalagi wilayah Malteng yang luas, maka kandidat harus benar-benar punya waktu untuk yakinkan pemilih, dan menciptakan basis-basis baru disamping modal sosial yang sudah dimiliki.

“Ibrahim Ruhunussa sudah melakukan itu. Kita lihat dia sudah mulai bekerja. Bahkan kerjanya dimulai saat Pilgub Maluku lalu, ketika bekerja untuk Murad Ismail. Selepas Pilgub, dia tetap mempertahankan basis yang diciptakan saat memenangkan Murad Ismail,” kata Nendy.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama