Connect with us

Metro Manise

PMII Gencar siarkan Deradikalisasi ke Mahasiswa

Pembicara dalam diskusi deradikalisasi di kalangan mahasiswa. -Lutfi-

AMBON, AE.-Cegah pengaruh radikalisme, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku menggelar Sosialisasi Penangkalan dan Mitigasi Paham Radikalisme serta Intoleransi terhadap umat di Maluku. Sosialisasi digelar di Cafe Papajid’s, Jalan Ir.M. Putuhena, Poka-Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, kamis (11/3). 

Kegiatan diikuti sekitar 50 orang ini menyusun tema “Strategi Mencegah Paham Radikalisme Pada Anak Usia Dini”. Kegiatan dibuka langsung oleh Inda Ulfa Mansur Ketua PKC PMMI. Narasumber adaalah, Kasubdit Kamsus Dit Intelkam Polda Maluku, Kompol Sigid Adhi Prasetyo dan Ketua Komnas HAM Maluku, Linda Holle. 

Sigid menyebut, radikal berarti ekstrim dan tidak sepenuhnya dimotori oleh agama, dan bisa saja dari hal lainnya. Sehingga paham itu mampu menrusaki cara pandang orang yang akibatnya masuk dalam lingkungan yang sesat. 

Terorisme secara umum, kata dia, dapat dikatagorikan Terosisme jika dia memenuhi beberapa unsur dan jika ada pelanggaran hukum. “Faktor penyebab Radikalisme ada dua yaitu, internal (adanya frustasi yang mendalam karena belum terwujud), dan yang kedua, external (faktor ekonomi, sosial politik, budaya.) yang juga mempengaruhinya,” kata Sigid.

Menurutnya, penyebab timbul radikalisme yaitu diskualifikatif, deprivasi sosio politis oleh seseorang. Pola penyebaran Radikalisme biasanya melalui media sosial, propaganda, terinsipirasi napi teroris, taalim radikal dan perkawinan. “Jadi, kita harus berusaha untuk menangkal paham radikalisme dengan melaksanakan secara rutin pembinaan mental, ceramah agama serta memberikan pengetahuan tentang ideologi Pancasila dilingkungan kita,” jelas dia. 

Ketua Komnas HAM, Linda Holle mengatakan, anak mempunyai hak yang sama untuk tumbuh kembang. Tidak boleh di ajak untuk perang. Sebagai masyarakat yang taat akan agama, dan Pancasila kita berkewajiban melindungi anak agar terjauh dari penyebaran paham radikalisme. 

“Ciri faham terorisme yaitu, intoleran, fanatik, ekslusif, revolisioner. Faktor pemicunya, pengaruh kelemahan sisi agama, ketidaktahuan wawasan kebangsaan, kuluarga, lingkungan, media,” sebut dia. Namun, kata dia, media mempunyai peran penting dalam penanganan radikalisme, sehingga teruslah melakukan tindakan-tindakan positif dan melindungi diri kita terkusus anak-anak agar terjauh dari paham radikalisme. 

Giat gelar paham radikalisme ini diikuti sejumlah OKP Cipayung plus Maluku. Dianatarnya, HMI, PMKRI, IMM, GMNI, KAMMI, Pimpinan Komisariat PMII Cabang Ambon, Ketua KAMMI Maluku, dan Perwakilan Siswa SMA 11 Ambon. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Metro Manise