Connect with us

Berita Utama

Polisi Mintai Keterangan Warga Terkait Penggunaan Air Raksa di Tamilouw

Ambon,ameksOnline.- Tim dari Polsek Amahai, yang di backup Satuan Reskrim Polres Maluku Tengah, langsung bergerak cepat pasca beredarnya informasi adanya penggunaan air raksa di lokasi penambangan emas, Pohon Batu, Negeri Tamilouw, Maluku Tengah.

Kapolsek Amahai, Iptu Irwan mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait informasi penggunaan air raksa di lokasi tambang emas tersebut.


“Ada sejumlah warga sudah dimintai keterangan terkait informasi adanya penggunaan air raksa itu. Informasi itu sementara terus kita kembangkan, untuk mengungkap siapa saja yang menunggunakan, kemudian barang tersebut berasal dari mana dan dibawakan oleh siapa ? kita masih dalami terus,”kata dia, kepada media ini, Minggu (18/4).

Menurutnya, dugaan kuat jika penggunaan zat kimia itu berlangsung belum terlalu lama. Sebab emas yang berada dilokasi penambangan tidak seperti awal penemuan itu.


“Dugaan semantara jika penggunaan air raksa ini baru saja, namun apapun itu kita masih melakukan penyelidikan. Untuk emas sendiri yang ditemukan warga saat ini sudah berbeda jauh dengan awal penemuan. Dimana saat ini sangat halus atau hanya serbuk-serbuk, kalau awal penemuan itu seperti pasir,”beber dia.

Mantan penyidik Direktorat Resnarkoba Polda Maluku menegaskan, langkah yang diambil saat ini adalah terus megingatkan warga untuk tidak menggunakan zat kimia dilokasi penambangan itu, karena dampaknya sangat berbahaya bagi kehidupan dan lingkungan termasuk generasi muda di negeri tersebut.


“Langkah yang kita ambil saat ini selain melakukan penyelidikan kita juga memberikan imbauan terhadap warga. Hindari yang namanya penggunaan merkuri atau zat-zat kimia lainnya, karena dampaknya sangat fatal bagi lingkungan maupun diri manusia,”paparnya.

Disinggung soal langkah pengesongan maupun penutupan lokasi penambangan sendiri, mantan Kapolsek Pasanea ini mengaku, jika itu menjadi kewenangan pemerintah.


“Kita (Polisi red) tergantung Pemerintah, karena yang berhak menutup tambang itu Pemerintah, bukan polisi,”tandasnya.

Selain bahaya penggunaan merkuri, abrasi juga mengancam pantai daerah itu pasca ditemukannya emas di wilayah Pohon Batu. Saban harinya warga terus berdatangan. Namun warga dari luar Tamilow dilarang masuk.

Sejumlah warga juga mengaku, mendapatkan butiran-butiran emas. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah sejak awal berharap, tidak ada penggunaan merkuri dalam penambangan tersebut. Karena bisa merusak lingkungan dan biota laut.(AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama