Connect with us

Berita Utama

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah Covid

Warga yang mengambil paksa jenazah HK di Jalan Jenderal Soedirman, kemerin. -Ars Hehanussa-

Ambon,ameksOnline.- Penyidik Satuan Reskrim Polresta Ambon, resmi menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus pengambilan paksa jenazah HK (57), dari mobil jenazah RSUD dr Haulussy. Penghadangan dilakukan dikawasan jalan jenderal Soedirman, Kota Ambon, Jumat sore kemarin.

Kapolresta Ambon, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, pasca pemakaman jenazah HK alias Hasan (57), pihaknya kemudian langsung bergerak dan berhasil mengamankan 8 warga pengambil paksa jenazah pasien Covid-19 itu.

“Dari semalam (Jumat malam), sudah kami amankan 8 orang, terkait kasus pengambilan paksa jenazah itu. Dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik mereka juga sudah kita jadikan sebagai tersangka. AM, HL, BY, SI, SU, SD, NI, YN,”jelas Kapolresta, ketika dihubungi ameksOnline, Sabtu (27/6) siang.

Perwira dengan tiga melati dipundaknya ini mengungkapkan, jika mereka yang diamankan dan dijadikan sebagai tersangka termasuk kerabat dekat dari almarhum HK aliasa Hasan. “Sesuai laporan juga ada penganiayaan dan pengrusakan. Iya (kerabat dekat dari almarhum). Pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 3 orang,”kata perwira menengah Polri itu.

Orang nomor satu di Mapolresta Ambon itu menegaskan, jika pihaknya akan mengusut tuntas kasus pengambilan paksa jenazah dari ambulance milik RS pemerintah itu, hingga tindakan penganiayaan terhadap tenaga medis sesuai laporan yang diterima pihaknya itu.

“Kita usut sampai tuntas, kasus kemarin (pengambilan paksa jenazah dan penganiyaan). Pasal yang dipersangkakan, pasal 214 KUHP jo 93 UU nomor 6 thn 2018 tentang kekarantinaan, ancaman 7 tahun penjara,”tandasnya.

Sebelumnya, tindakan berbahaya dilakukan sejumlah orang. Mereka melakukan penghadangan terhadap mobil jenazah Covid yang akan melakukan pemakaman di Dusun Hunuth. Peti berisi jenazah HK (57) yang meninggal karena covid itu dibawa warga.

Warga ini mendiami kawasan jalan Jenderal Soedirman, Desa Batumerah, Kota Ambon. Mereka melakukan penghadangan dan pemgambilan paksa jenazah pasien Covid-19, yang hendak dimakamkan oleh tenaga medis dari RSUD dr Haulussy Ambon, ditempat pemakaman khusus Covid-19 di desa Hunuth. Aksi penghadangan itu terjadi sekira pukul 15.30 WIT, Jumat (26/6) sore.

Jenazah HK (57), mantan anggota DPRD Maluku Tengah, periode 2014-2019, diduga menderita sakit yang sudah menahun. Dia meninggal Jumat pagi di RSUD dr Haulussy Ambon. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama