Connect with us

Metro Manise

Polres Malteng Tetapkan 8 Tersangka Kasus DD-ADD

Polres Malteng
Kapolres Malteng, AKBP Rositah umasugi memimpin gelar perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi DD-ADD di Mapolres Malteng, kemarin. -IST-

Ambon,ameksOnline.- Penyidik Satuan Reskrim Polres Maluku Tengah, menetapkan delapan tersangka terkait dugaan korupsi dana desa Negeri Pasanea, Negeri Karlutukara, dan Negeri Gale-Gale.

Mereka disangkakan dengan Primair pasal 2 ayat (1) subsidair pasal 3 dan pasal 8 Jo Pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 JO UU RI no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

Penetapan para tersangka itu, setelah penyidik melakukan gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Kapolres Malteng, AKBP Rositah Umasugi di Mapolres Malteng kemarin.

Natsepa

Kapolres mengatakan, kasus tindak pidana korupsi dana desa tiga negeri itu sebelumnya dilidik Polres Maluku Tengah, sejak awal tahun 2019 lalu.

Mereka yang jadi tersangka, adalah Pemerintahan Negeri (KPN) Pasanea, AW alias Abu, dan bendaharanya IM alias Idris. Kemudian ME alias Theo, HA alias Hengky, dan HR alias Angky. Mereka merupakan perangkat Negeri Karlutukara.

Selain itu, SW alias Salim, mantan KPN Negeri Gale-gale, bendahara negeri Gale-Gale MR alias Adin, dan sekretaris Negeri Gale-gale, SA alias Ajid.

Secara formil dan materil, kata dia, telah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum terkait pengelolaan dana desa tiga Negeri tahun anggaran 2015 dan 2016 yang merugikan keuangan negara. Dehingga mereka yang tadinya sebagai terlapor dan juga saksi kini telah dijadikan sebagai tersangka.

“Tersangka AW dan IM oleh penyidik disebut sebagai orang yang bertanggung jawab terkait korupsi dana desa Negeri Pasanea tahun anggaran 2015 dan 2016 dengan kerugian negara berdasarkan audit investigasi BPKP sebesar 255.910.344 rupiah,” kata Kapolres, Selasa(29/9).

Sementara itu ME, HA dan HR diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa Negeri Karlutukara tahun anggaran 2015 dan 2016. Total kerugian negara berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp215.703.215.

“Kemudian SW alias Salim, mantan KPN Negeri Gale-gale, bendahara negeri, MR alias Adin, dan sekretaris Negeri Gale-gale, SA alias Ajid melakukan tindak pidana korupsi dana desatahun anggaran 2015 dan 2016. Kerugian oleh berdasarkan audit BPKP sebesar Rp268.574.993,”tuturnya.

Wanita dengan dua melati dipundaknya itu menambahkan, kedelapan orang akan diperiksa sebagai tersangka guna melengkapi berkas perkara, sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Maluku Tengah.

“Kita sudah persiapkan, dalam waktu dekat akan kami panggil mereka untuk diperiksa dalam status sebagai tersangka,” tandas Umasugi. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Metro Manise