Connect with us

Berita Utama

PPKM Mulai Kamis, Rumah Kopi Ditutup, Warga Malteng Dibatasi Masuk Ambon

Pos Pemeriksaan di Balai Kota Ambon kembali diberlakukan. -Ars Hehanussa-

Ambon, ameksOnline.- Pemerintah Kota Ambon, Kamis (8/7) baru akan memberlakukan PPKM Mikro. Hampir semua tempat yang memantik kelompok atau kerumunan warga ditutup total.

Beda dengan di Jakarta, Mall di Ambon tidak ditutup. Penutupan hanya dilakukan untuk tempat hiburan, rumah kopi, bioskop, tempat bermain anak, tempat wisata, dan Lapangan Merdeka.

Untuk rumah kopi masih akan dibicarakan. Kemungkinan tetap buka, namun hanya melayani pesanan. Tidak diperkenankan melayani konsumen di tempat.

Baca: Dosen Tuding Dekan FKIP Unpatti Main Proyek

Pemerintah Kota Ambon belum memberikan keterangan resmi terkait langkah pengetatan dan pembatasan mobilitas warga.

Dari informasi resmi yang diterima ameksOnline, rapat baru saja selesai siang ini. Rapat dipimpin Sekretaris Kota Ambon, dan Satuan Tugas Kota Ambon.

Rapat digelar di Balai Kota Ambon, Jalan Sultan Hairun. Selain penutupan tempat-tempat usaha tersebut, pemerintah juga akan memberlakukan syarat pergerakan manusia.

AmeksOnline mendapat bocoran terkait hasil rapat, Pemberlakuan Pembatasan pergerakan Orang, alat transportasi dan tempat keramaian mulai berlaku pada tanggal 8 Juli mendatang.

Dalam rapat tersebut, juga dibicarakan terkait syarat perjalanan seperti harus menunjukan surat vaksinasi, PCR negatif, dan antigen.

Pemerintah Kota Ambon juga akan membatasi pergerakan manusia dari daerah lain, terutama mobilisasi dari Kecamatan Leihitu maupun Salahutu.

“Warga Leihitu, dan Salahutu yang akan masuk Ambon harus menunjukan KTP, dan surat keterangan dari desa,” ungkap sumber ameksOnline.

Tempat-tempat yang diperbolehkan dengan syarat ketat, adalah acara perkawinan atau giat Organisasi maksimal 30 orang.

Tempat makan tetap dibuka dengan hanya melayani pesan dibawa pulang. Tidak diijinkan makan di tempat. Bandara dan Pelabuhan tetap dibuka seperti biasa.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kota Ambon, yang juga koordinator tempat kerja Satgas Covid-19 Kota Ambon, Benidiktus Selanno mengatakan, pihaknya juga membatasi tamu yang hendak beraktivitas di Balai Kota Ambon.

Baca: Bapak Kelompencapir Meninggal Dunia


“Jadi selain yang sudah beredar di grup-grup whatsAap itu, juga setiap tamu atau pegawai yang berurusan di Balai Kota wajib hukumnya menunjukan rapid antigen dan kartu vaksin, ” kata dia kepada wartawan.

Selanno mengaku, saat ini pihaknya memberlakukan satu pintu bagi masyarakat yang beraktivitas di Balai Kota.

“Hanya satu pintu saja ketika masuk ke balai Kota. Seluruh pintu sudah kita tutup. Semua lewat pintu belakang, dengan persyaratan itu kartu vaksin dan hasil swab atau rapid antigen,” pungkasnya. (ARH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama