Connect with us

Berita Utama

PPKM Tetap Diberlakukan Pemerintah Selama Pandemi Covid-19 Masih Ada

Airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Jakarta, ameksOnline.- PPKM tetap diberlakukan pemerintah selama pandemi Covid-19 masih ada. Penerapannya dilakukan sesuai dengan levelnya masing-masing daerah. Evaluasi terhadap pelaksanaannya akan dilakukan setiap minggu dan langsung dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Hal ini disampaikan Koodinator PPKM luar Jawa-Bali, Airlangga Hartarto dalam keterangan Persnya malam tadi. Airlangga juga mengatakan, pesang Presiden masyarakat tetap harus waspada. Tetap menerapkan protokol kesehatan menghindari penularan varian delta.

“Presiden meminta agar trend penurunan kasus yang sudah dibawah 100 ribu, terus dijaga. Masyarakat diminta tidak eforia dengan penurunan kasus ini. Tetap menjaga protokol kesehatan dengan baik,” kata Airlangga.

Baca:

Airlangga berharap, warga tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 
“Pandemi masih naik turun dan varian Delta tidak bisa diprediksi. Demikian pula terkait dengan pandemi Covid-19 yang sulit diprediksi,” katanya.

Untuk penerapan PPKM luar Jawa-Bali masih tetap berlangsung hingga tanggal 20 September mendatang. Dalam masa itu, terjadi perbaikan atas situasi pandemi di sejumlah daerah. Mulai Sumatra hingga Papua. Atas pencapaian itu, daerah PPKM level 4 makin berkurang.

“Secara provinsi terjadi penurunan, yaitu dari 2 provinsi menjadi tidak ada yang di level 4. Kemudian level 3 dari 2 provinsi menjadi 16 dan di level 2 menjadi 11 dari 3 provinsi,” beber Menko Airlangga Hartarto seperti diberitakan kompas.com.

Airlangga mengatakan, Maluku-Papua memilikii tingkat kesembuhan 84,29 persen, fatality rate-nya 1,56 persen dan kasusnya turun minus 38,07 persen. Sementara, kesembuhan Covid-19 di Sulawesi 93,54 persen, fatality rate 2,58 persen dan penurunan kasus aktif adalah 73,9 persen.

Secara keseluruhan, kata Airlangga, untuk kasus aktif luar Jawa-Bali sejak tanggal 9 Agustus hingga 12 September sudah mengalami penurunan 68,30 persen.

Untuk vaksinasi, dari 27 Provinsi di laur Jawa-Bali, terdapat empat provinsi yang pelaksanaannya sudah diatas rata-rata nasional. Yaitu, Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Jambi.

Kabupaten kota di luar Jawa-Bali, kata Airlangga, ada 12 daerah dalam pelaksanaan vaksinasi diatas rata-rata nasional, dan 11 daerah dibawah rata-rata nasional.

Baca:

Presiden, kata dia, minta dipersiapkan program proses transisi dari pandemi menjadi epidemi. Yang berbasis pada angka-angka, fatalitiy rate diharapkan 2 persen, kasus aktif dibawah 100 ribu, positive rate 5 persen.

“Dan saya bersama pak Luhut Panjaitan diminta Presiden untuk mempersiapkan program-program kedepan,” kata Airlangga yang juga Ketua pemulihan ekonomi nasional atau PEN,

Dia juga menyinggung soal program pemulihan ekonomi nasional. Realisasi PEN sebesar 50, 7 persen dari pagu Rp744, 77 Triliun menjadi Rp377, 5 Triliun. Progress signifikan terjadi pada program perlindungan sosial.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama