Connect with us

Berita Utama

Pria Ini Dihukum 8 Tahun, Karena Cabuli Anak Puluhan Kali

ILUSTRASI


Ambon, ameksOnline.- Obet Lelauw dihukum berat oleh majelis hakim, kemarin. Terdakwa pencabulan ini dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Pria ini juga didenda sebeesar Rp 500 juta atau pidana enam bulan kurungan. 

Sidang kasus ini dipimpin ketua majelis hakim Hamza Kailul yang didampingi Christina Tetelepta dan Lucky Rombot Kalalo. Sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya Robert Lesnussa. 

Dalam pertimbangannya, hakim menilai, perbuatan pria 55 tahun, warga Porto, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. 

Atas perbuatannya dia dijerat dengan pasal 81 ayat (2) UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo pasal 64 ayat (1) KUHPIdana.

Sebelumnya JPU Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua, Rian Jose Lopulalan menguraikan, perbuatan biadab ini terjadi pada petengahan November hingga Desember 2019. Insiden ini berawal di kios milik terdakwa di Desa Porto, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Saat itu korban mendatangi kios milik terdakwa untuk membeli Royco. Pria setengah abad ini meminta tolong korban datang sore hari untuk mengambil uang jajan dan uang ojek milik ibu korban.

Keesokan harinya, korban mendatangi kios terdakwa. Saat itu, korban sendirian duduk di depan kios. Terdakwa langsung menarik korban masuk ke dalam kios dan melakukan perbuatan tidak senonohnya itu.

Terdakwa terus melakukan perbuatan tersebut setiap kali korban datang untuk mengambil uang ojek milik ibunya. Selain itu, saat korban datang bersama ibunya untuk mengambil uang, terdakwa selalu menyuruh ibunya pulang lebih dulu.

Terdakwa menyetubuhi korban lebih dari sepuluh kali. Setiap kali terdakwa melakukan perbuatann biadabnya, dia selalu memberikan uang kepada korban sebesar Rp. 25 ribu, sambil mengatakan kepada korban agar kejadian tersebut tidak diceritakan kepada orang lain.

Saat perbuatannya biadabnya dilakukan terakhir kali kepada korban akhirnya diketahui saksi Yohan Aponno. Diaman saat itu, Yohan sedang berdiri di depan kios milik terdakwa. Karena merasa curiga, ia langsung masuk ke dalam kios dan melihat kejadian tersebut. Yohan langsung memukul terdakwa dan melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. (AKS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama