Connect with us

Berita Utama

Protes PPKM Mahasiswa Bentrok Dengan Polisi, Sempat Ada Diamankan

Demo PPKM Ambon
Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kota Ambon menentang pelaksanaan PPKM. -Ars Hehanussa-

Ambon, ameksOnline.- Ratusan mahasiswa dari Universitas Pattimura, Darussalam, IAIN Ambon, dan Poltek, melakukan unjuk rasa menentang pelaksanaan PPKM di Kota Ambon.

Mereka mendesak Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy untuk mencabut PPKM berskala pengetatan di Kota Ambon yang sementara berlangsung. Aksi mahasiswa ini belum berjalan lama mereka sudah terlibat bentrok dengan aparat keamanan.

Unjuk rasa dimulai sekitar pukul 11.30 WIT. Mereka sempat berkumpul dilapangan merdeka, kemudian melakukan loang march ke Masjid Raya Al Fatah, untuk melaksanakan solat Jumat.

Baca: Kisah Harus Seorang Santri Dapat Kacamata Gratis

Seusai solat Jumat, ratusan mahasiswa ini kemudian melanjutkan aksi mereka disimpang jalan Ay Patty, Sultan Baabullah dan A.M Sangadji. Disana mereka sempat berorasi selama beberapa menit, sebelum akhirnya kembali melakukan loang march ke kantor Balai Kota Ambon.

Saat tiba di Balai Kota, para mahasiswa ini telah dihadang oleh personil kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Adu mulut antara aparat keamanan dan mahasiswa terjadi. Lemparan air mineral dari para mahasiswa memicu aparat bertindak. Sejumlah mahasiswa diamankan oleh aparat karena diduga sebagai provokator.

Mereka diamankan di Balai Kota, dan Polsek Sirimau. Aksi aparat itu membuat mahasiswa kian anarkis. Mereka terlibat saling kejar-kejaran hingga ke depan Gong Perdamaian, jalan Sam Ratulangi, jalan Pala, dan Slamet Riyadi.

Kapolresta Ambon, Kombes Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, mahasiswa yang diamankan itu karena diduga sebagai provokator.
“Mereka kita amankan sementara waktu, sehingga tidak memprovokasi rekan-rekan mereka yang lain, ” kata Kapolresta, disela-sela aksi bentrok tersebut, Jumat (16/7) sore.

Baca: Satgas Covid Pastikan Oksigen Aman

Menurutnya, aparat terpaksa membubarkan aksi mahasiswa itu mengingat saat ini masih dalam situasi pandemik terutama pelaksanaan PPKM.
“Inikan masih dalam pandemik apalagu PPKM, sudah pasti dilarang keras adanya berkerumun. Jadi kalau mereka berkerumun dan abaikan protokol kesehatan maka kita bubarkan, ” tegasnya.

Perwira dengan tiga melati dipundaknya meminta, mahasiswa untuk lebih bijak dalam membantu pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Bayangkan kemarin saja 11 orang yang meninggal karena Covid, lalu hari ini rekan-rekan mahasiswa abaikan hal itu. Kan sesuatu yang sangat tidak baik, makanya kami minta kesadaran dan partisipasi untuk sama-sama putus rantai penyebaran Covid ini. Virus ini sangat berbahaya, ” tandas mantan Kapolresta Buru itu. (ARH).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama