Connect with us

Berita Utama

PT. Tanjung Bunga Lestari Tak Bayar Gaji Karyawan

Anggota Komisi B DPRD SBT Abdul Azis Keliandan.

Ambon ameksOnline.— Sebanyak 64 karyawan yang bekerja di PT. Tanjung Bunga Lestari dibawah perusahaan Kalrez Petroleum (Seram) Ltd di Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga kini belum menerima gaji mereka selama dua bulan Oktober dan November 2020.

Pihak perusahaan dinilai sengaja perhambat gaji karyawan tanpa ada kejesalan pasti kapan diberikan. Dari 64 karyawan, jumlah gaji yang diterima berpariasi tergantung bidang masing-masing. Mulai dari Rp 3 juta 4 juta bahkan 5 juta.

“Sesuai perjanjian di kontrak kerja setiap tanggal 28 kita sudah gajian. Tapi di Oktober November belum dapat. Kami kesulitan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari ,” tandas salah satu karyawan PT. Tanjung Bunga Lestari yang tidak mau disebutkan namanya kepada Ambon Ekspres, Rabu (2/12).

Dia mengaku, karyawan sudah menanyakan ke pihak perusahaan. Tapi jawabannya sabar dulu tanpa ada kepastian yang jelas kapan.

Bahkan akui dia, kendala ini tidak saja di dua bulan terakhir. Bulan sebelumnya juga demikian meski dibayar tapi lambat. Itu pun jika sudah ada keluhan dari karyawan.

” Kata pihak perusahaan kami sabar saja. Tapi tidak dibilang kejelasannya kapan. Dua sudah bulan, istri dan anak kami mau makan apa. Harapannya gaji kami bisa dapat dibayarkan,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi B DPRD SBT Abdul Azis Keliandan desak perusahaan PT. Bunga Lestari Indah segera melunasi hak karyawan selama dua bulan terakhir. Jika perusahaan memiliki kendala harus terbuka kepada karyawan, bukan berikan jawaban yang tidak pasti.

“Perusahaan sudah menyalahi perjanjian kerja. Kalau gaji biasanya ditanggal 28 kenapa sampai saat ini belum juga dibayarkan. Perusahaan tidak boleh seperti itu dong” tegas Keliandan.

Sekretaris fraksi PDI-Perjuangan ini menegaskan jika perusahaan masih tetap bandel, maka fraksi PDIP akan mengambil sikap dengan melaporkan masalah ini ke Provinsi bahkan pusat.

Pihak Kalrez selaku pimpinan dari PT. Tanjung Bunga Lestari juga diminta perhatian terhadap masalah ini. Karena bagaimanapun hasil kerja para karyawan ini di nikmati oleh Kalrez. ” Kalrez juga jangan diam dengan masalah ini. Ini menyangkut kebutuhan karyawan,” tandas Azis.

Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten SBT diminta lebih perkuat fungsi pengawasannya ke perusahaan yang beroperasi di wilayah itu.

Ini perlu, agar bisa memantau kinerja perusahaan, terutama dalam pemenuhan hak karyawan sudah sesuai dengan perjanjian kerja atau sebaliknya. Jangan karyawan selalu dipermainkan seperti ini.

“Sebagai Wakil rakyat saya tegas terhadap masalah ini. Karyawan jangan dipermainkan. Perusahaan harus perhatikan hak mereka. Kalau tidak, sikap kami harus dibawa ke Provinsi maupun pusat agar diproses. Disnaker juga jangan diam dengan masalah seperti ini kasihan istri dan anak mereka,” ungkapnya. (WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama