Connect with us

Lintas Pulau

Raja Baru Meninggal, Saniri Sudah Tunjuk Pejabat Negeri Kobi

Nani Kiahaly
Nani Kiahaly salah satu penerus mata rumah perintah

Ambon, ameksOnline.- Penunjukan Pejabat Sementara (Pjs) Negeri Kobi, Maluku Tengah, memantik amarah sebagian warga. Tindakan
staf saniri negeri dituding tak beretika, karena raja baru saja mangkat.

Penurus mata rumah parentah, Nany Kiahaly kepada ameksOnline, mengungkapkan Keluarga belum selesai dalam suasana duka, setelah ditinggalkan oleh sosok pemimpin yang baik almarhum Mustafa Kiahaly, Raja Kobi.

Namun sikap yang tunjukan staf Saniri dan kepala matarumah perintah, seakan tidak menghargai dan menghormati suasana duka dalam keluarga. Penunjukan pejabat negeri juga hanya berdasarkan kepentingan kelompok, tak melalui mekanisme.

Baca:

“Staf Saniri dan ketua mata rumah perintah tidak memiliki etika dan cara berfikir yang baik. Kita sementara dalam suasana berduka, sudah berani tunjukan sikap yang ambisi dan tidak terpuji ini. Apalagi penujukan Pejabat yang tidak melibatkan semua anggota mata rumah,” tegasnya.

Menurut dia, penujukan Pjs itu sesuatu yang pasti akan dilakukan, asalkan hari duka sudah benar-benar berkahir. Kemudian prosedurnya harus terbuka dan melibatkan semua anggota Mata rumah.

Mantan ketua Kohati Komisariat HMI Malang itu juga menjelaskan, saniri negeri harusnya berperan sebagai forum komunikasi yang baik, demi kebaikan sebuah negeri kedepan.

“Jika ada persoalan mari duduk bersama didiskusikan secara terbuka dengan masyarakat bukan secara tertutup. Harus kedepankan tugas dan fungsi apalagi menyangkut negeri. Menyangkut kemaslahatan orang banyak bukan demi kepentingan sekolompok orang saja,” kata dia.

Camat Seram Utara timur Kobi, dituding ikut memperkeruh situasi di Negeri Kobi. Camat diduga dengan spontan berikan rekomendasi sesuai kepentingan mereka dan sebagian orang di Negeri Kobi.

Baca:

Menurut dia, Camat berikan rekomendasi tanpa mengedepankan sistim kontrol dengan baik. Tanpa melalui penyaringan dan transparansi untuk mengambil sebuah keputusan. Apalagi dengan kondisi seperti ini.

“Camat seenaknya memberikan rekomendasi tanpa tahu betul bagaimana kondisi di Negeri Kobi. Selaku Camat, jangan minim cara berpikir. Faham betul situasi dan kondisi sebelum mendukung sebuah keputusan,” tegas dia.

Keputusan Camat, kata dia, bisa saja memicu terjadinya perpicahan dalam masyarakat. Namun kita semua tidak menginginkan hal itu. Dan apabila terjadi kegaduhan siapa yang mau di salahkan.(DAN)

Nani Kiahaly salah satu mata rumah perintah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau