Connect with us

Berita Utama

Rakyat Keluhkan Pasokan Listrik, Anggota DPR RI ini Datangi PLN

pembangkit listrik waai
Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends kunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Ambon Peaker I di Desa Waai

Ambon, ameksOnline.- Ketersediaan listrik di Maluku masih belum merata di semua daerah. Banyak masyarakat mengeluhkan pasokannya. Di Daerah terpencil, bahkan tak pernah menikmati manfaat aliran listrik.

Hamper seluruh kabupaten di Maluku, masyarakatnya mengeluhkan hal yang sama. Di pusat kota kabupaten juga, dikeluhkan pasokannya terbatas. Karena itu, Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Chriesty Barends terus melakukan terobosan dengan mengecek ketersediaan daya kelistrikan untuk kebutuhan masyarakat dan juga kesiapan penunjang Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Kunjungan Kerja (Kunker) pada Senin 23 februari 2021, Mercy melalukan pertemuan dengan Senior Manager Perencanaan Kantor Unit induk PLN Wilayah Maluku Maluku Utara. Berbagai persoalan kelistrikan dibicarakan.

Mercy pada kesempatan itu mengatakan, kesiapan tenaga listrik menjadi perhatian Komisi VII terutama untuk wilayah Indonesia timur, lebih khususnya Provinsi Maluku.

Karena selain kebutuhan masyarakat, juga kebutuhan dalam rangka mendukung program Pemerintah Pusat menetapkan Maluku sebagai LIN yang mulai realiasi tahun 2022-2023 sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Antara lain dengan dibangun pembangunan infrastruktur dasar berupa pelabuhan perikanan terpadu terintegrasi serta Ambon New Port di perbatasan Desa Waai dan Liang. LIN kata dia, membutuhkan tenaga listrik yang cukup banyak, karena terdapat berbagai aktivitas yang dilakukan dengan membutuhkan enerji listrik. Sehingga sudah harus disiapkan sejak dini.

“Dipertemuan dengan pimpinan PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara banyak yang kita bicarakan. Selain membahas berbagai hambatan tentang masalah kelistrikan. Juga membicarakan mengenai kepastian ketersediaan daya listrik untuk mendukung keputusan pemerintah pusat Maluku sebagai LIN. Ini yang menjadi fokus saya pada kunker kali ini” ujar Mercy.

Usai pertemuan, Mercy bersama pihak PLN Wilayah Maluku-Malut dan jajaran mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Ambon Peaker I di Desa Waai. Disana Mercy mendengarkan berbagai masukan. Setelah (PLTMG) Ia kembali mengunjung lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

“Tujuan kedatangan Kami ke sini untuk melihat langsungn kondisi dua pembangkit sekaligus mendiskusikan berbagai kendala dan hambatan yang dialami dalam penyediaan pemasokan listrik di Pulau Ambon, termasuk persiapan menyambut LIN. Agar selanjutnya dibicarakan nanti di Komisi,” ujarnya.

Anggota DPR RI dapil Maluku ini menegaskan, sejak beberapa tahun terakhir penyuplai kelistrikan di Pulau Ambon dari kapal pembangkit listrik Karadeniz atau Karadeniz Powership Bey Marine Vessel Power Plant (MVPP) asal Turki yang beroperasi April 2017 sebesar 60 Megawatt (MW).

Sedangkan, PLTMG Ambon Peaker I di Desa Waai yang mulai beroperasi pada September 2020, memiliki kapasitas terpasang sebesar 38,6 MW, dan mampu menyuplai 50 persen dari kebutuhan listrik di Pulau Ambon.

Kemudian PLTP Tulehu yang mulai dikerjakan sejak 2013, saat ini baru mampu menghasilkan tujuh MW dari kapasitas yang direncanakan sebesar 2×10 MW.

“Dari kunjungan ini diketahui, PLTP Tulehu baru dua sumur gas yang sudah selesai pengeboran. Masih perlu pengeboran beberapa sumur lagi sebagai tambahan untuk memastikan kapasitas panas bumi yang dihasilkan memenuhi target. Ini menjadi catatan kami untuk nantinya dibahas nanti di Komisi,” kata Mercy.

Target 227 Desa Teraliri Listrik di 2021

Politisi PDIP ini juga menjelaskan terget di tahun 2020 sebelumnya sebanyak 260 desa di Maluku sudah harus teraliri listrik. Namun, karena kondisi Covid-19, terjadi perubahan di seluruh BUMN termasuk PLN, dan yang baru terselesaikan hanya 33 desa. Jumlah ini belum sesuai target karena baru 12 persen.

Sisa 227 desa, dilanjutkan pada tahun 2021 dengan catatan seluruh mesin yang sebelumnya masalah karena terjadi Moratorium di PLN Pusat harus disiapkan secara baik, agar bisa menjangkau semua jaringan.

“Target kami seperti itu, 227 desa yang tersisa di 2020 karena kondisi Pandemi, maka harus diselesaikan pada tahun 2021,” katanya.

Sesuai penjelasan PLN Wilayah kata Mercy, dari elektritasi untuk Maluku jika dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya yang masih 60 persen. Maka untuk periode ini telah mencapai 91,6 persen. Tentu ini capaian luar biasa.

Untuk persoalan kelistrikan di Pulau Kecil sejauh ini masih sangat rumit, namun perlu diselesaikan dengan serius dan konsistensi yang tinggi agar dapat diselesaikan. Jika tidak maka tidak selesai.

Selain itu, akan disiapkan Mesin diesel pada 52 lokasi PLTD di seluruh Maluku. Kehadiran mesin ini selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, juga mengantisipasi hadirnya Blok Masela dan Lumbung Ikan Nasional.

“52 PLTD ini akan disiapkan mesin Diesel dari PLN pusat dengan kekuatan 12. 600 kilowot (Kw). Kita berharap semuanya bisa terealisasi di tahun 2021. Dengan demikian maka desa- desa di Maluku dapat menikmati listrik,” ungkapnya.(WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama