Connect with us

Berita Utama

Ramainya Bursa Pilwakot Ambon

ILUSTRASI

Ambon, ameksOnline.- Tahun depan Richard Louhenapessy mengakhiri masa kerjanya sebagai Wali Kota Ambon. Tahun depan juga genap 10 tahun dia memimpin. Dua kali politisi Golkar ini dipilih rakyat menjadi wali kota.

Setahun sebelum RL -sapaan Richard Louhenapessy ini tinggalkan jabatan Wali Kota Ambon, sudah muncul sejumlah nama calon penggantinya. Banyak figur diviralkan di media sosial. Politisi, birokrat, pengusaha, juga tokoh agama.

Febry Tetelepta, Victor Loupatty, Michael Wattimena, Richard Rahakbauw, Lucky Wattimury, Edwin Huwae, dan ada beberapa nama lainnya, dinilai layak diusung. Belum ada partai politik yang memastikan dukungan.

Belum ada kepastian waktu pelaksanaan pilkada serentak dari DPR, menjadi alasan, lambannya parpol menentukan sikap politiknya. DPR masih membahas, antara pelaksanaan 2022 atau 2024.

Selain kandidat Wali Kota Ambon, calon Wakil Wali Kota Ambon juga marak dibicarakan. Rovik Afifudin, Rustam Latupono, dan juga Saidna bin Tahir. “Saya kira akan makin ketat dalam pertarungan,” kata Nendy Kurniawan Asyari dari lembaga survei Index kepada ameksOnline.

Menurut dia, setelah RL tak lagi bertarung, peluang menang terbuka. Terutama mereka yang punya basis besar paska Pemilu legislatif 2019 lalu. PDIP, dan Golkar dilihatnya, masih akan menentukan siapa pengganti RL nantinya.

“Dua partai politik ini kan yang punya basis tradisional kuat di Kota Ambon. Tergantung siapa yang nanti diusung. Itu akan menentukan arah pilihan pemilih. Salah figur, akan beresiko pada tingkat keterpilihan,” kata dia.

Politisi Golkar yang hampir pasti maju, adalah Richard Rahakabuw. Kader Golkar juga terlihat solid mendukungnya. Hasil pemilu legilatif lalu, juga menjadi modal politik besar untuk maju dalam bursa pencalonan nanti.

“Dia kan tidak dengan cek kosong. Sudah tiga kali pemilu, RR terpilih terus dari Dapil Kota Ambon untuk DPRD Maluku. Jadi wajar, kalau kemudian ada yang mendorongnya maju dalam bursa pencalonan. Semua kembali ke Golkar kan,” kata Nendy.

Sementara dari PDIP, belum nampak. Lucky juga mulai nyaman di posisi Ketua DPRD Maluku. Apalagi putusan politik Ketua DPD PDIP Maluku, Murad Ismail sangat menentukan langkah Lucky nantinya.

“Kalau pak Lucky, tergantung pa Murad. Tapi sampai saat ini, pa Lucky belum berpikir untuk maju dalam pilwakot. Dia lebih memilih menjalankan tugas partai sebagai Ketua DPRD Maluku,” kata sumber ameksOnline di internal PDIP.

Sosok Febry Tetelepta yang justeru sedang melobi PDIP. Posisinya saat ini sebagai Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, menjadinya lebih dekat dengan lingkungan istana. Karena itu, lebih mudah membangun komunikasi dengan elit PDIP.

Febry secara resmi atau tidak resmi, belum memutuskan langkah politiknya dalam Pilwakot nanti. Namun dari sejumlah sumber orang dekatnya, justeru menyebut Febry pasti maju dalam pilwakot nanti.

Soal sosok Febry dan Michael Wattimena, Nendy enggan menganalisa peluang mereka. Namun sosialisasi diri keduanya, justeru memantik popularitas keduanya selama dua tahun terakhir ini.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama