Connect with us

Berita Utama

Ritual Membawa Maut, Nurlatu Habisi Nyawa Latbual

Personil Polsek Waeapo, Polres Pulau Buru, berada dilokasi kejadian pembunuhan untuk melakukan evakuasi terhadap korban pembunuhan Mantibang Nurlatu, (30), dikawasan ketel Waepulut Desa Waeflan Kecamatan Waelata, Selasa (23/2). (Humas Polres Buru)

Ambon,ameksOnline.- Nasib sial menimpah Manpapa alias Mansabar Latbual, (40) warga Dusun Walumnako, Desa Waeflan Kecamatan Waealata, Buru. Nyawanya dihabisi oleh Mantibang Nurlatu, (30) warga Desa Watimpuli Kecamatan Lolong Guba, kabupaten tersebut.

Pejabat sementara Kasubbag Humas Polres Pulau Buru, Aipda Djamaluddin menjelaskan, Peristiwa naas itu berawal dari adanya ritual adat yang dilakukan oleh keduanya diareal ketel Waepulut, Desa Waeflan.

“Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku Mantibang Nurlatu, terhadap korban Manpapa alias Mansabar Latbual, terjadi sekitar pukul 03.00 WIT pagi tadi.

Peristiwa itu berawal ketika pelaku melakukan ritual adat untuk mengusir penyakit (menurut keyakinakan mereka), saat proses ritual itu sedang berlangsung pelaku kemudian mengambil parang (benda tajam) yang ada disampingnya kemudian memotong kaki korban,”kata dia, kepada ameksOnline, Selasa (23/2) sore.

Menurutnya, setelah dianiaya korban sempat melarikan diri namun pelaku pelaku kembali menusuk korban dengan benda tersebut, sehingga korban tewas ditempat.


“Pelaku melakukan penganiayaan dengan cara menusuk dan memotong korban dengan parang, yang berakibat korban meninggal dunia ditempat,”jelasnya.

Dikatakan, melihat peristiwa itu terjadi warga kemudian berupaya untuk menghubungi pihak aparat keamanan. Mendengar peristiwa tersebut aparat keamanan langsung menuju tempat kejadian perkara.


“Sekitar pukul 08.00 Wit, Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal bersama personil Polsek Waeapo, menuju ke TKP dengan berjalan kaki selama 1 jam hingga pukul 09.15 Wit tiba di TKP.
Kemudian pada pukul 09.40 Wit Kasat Reskrim bersama melakukan olah TKP,”ujarnya.

Ditambahkan, setelah melakukan oleha TKP, sekitar pukul 13.00 wit jenazah korban di angkut dari TKP dan di bawa ke Puskesmas Waelo, untuk dilakukan fisum et refertum
.
“Pada pukul 15.30 wit jenazah korban dikembalikan ke pihak keluarga namun ketetika melewati Dusun Tanah Merah, iring-iringan jenazah dihadang oleh keluarga korban, dan terjadi adu mulut antara keluarga korban dengan pihak kepolisian karena keluarga korban meminta untuk jenazah korban di bawa ke Dusun Watimpuli yang merupakan tempat tinggal pelaku dengan tujuan meminta pertanggungjawaban keluarga pelaku di Dusun Watimpupi,”papar Djamaluddin.

Adu mulut tidak berlangsung, sebab polisi tetap melanjutkan perjalanan, hingga pukul 16.00 Wit jenazah korban diserahkan ke keluarga korban di Dusun Walumnako, Desa Waeflan Kecamatan Waelata, untuk selanjutnya di kebumikan.

“Kasus masih dalam penyelidikan, namun pelaku sudah diamankan dan sementara
dibawa menuju Mapolres Pulau Buru. Pelaku Mantibang Nurlatu pernah menganiaya atau memotong istrinya sekitar tahun 2007, dan pernah menjalani hukuman penjara,”pungkasnya. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama