Connect with us

Lintas Pulau

Ini Daerah Bebas Covid-19 Di Maluku Sejak Indonesia Terinfeksi

Bupati SBT

Ambon,ameksOnline.- SBT zona hijau Covid-19 sejak tahun lalu. Kabupaten ini menjadi salah satu daerah terbaik dalam pengendalian Corona. Kini mereka lebih bebas menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Bupati Kabupaten SBT, Abdul Mukti Keliobas, Minggu (6/6/2021) sore, meresmikan bangunan Terminal dan Pasar Rakyat Gumuae, di Kota Bula. Proyek ini menjadi salah satu program membangun ekonomi daerah tersebut.

“Saya berharap dengan peresmian ini perekonomian dan pendapatan masyarakat bisa berkembang dengan baik lagi. Terkhusus di kota Bula,” ujar Keliobas.

Baca: SBT Zona Hijau

Di tengah kondisi Indonesia di landa Covid-19. Terkhusus Kabupaten SBT yang berada pada zona hijau penyebaran Covid-19. Kondisi inilah sehingga Pemda mencuri star guna melakukan pembenahan – pembenahan terhadap sentara -sentra pengembangan perkonomian.

“Menurut saya, ini kesempatan untuk sesegera mungkin membenahi sentra-sentra perekonomian agar perekonomian masyarakat dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Kondisisi saat ini, kata Dia bukan saja di Kabupaten SBT tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia perkembangan ekonomi juga mengalami yang sama. Pernyataan ini juga sekaligus menepis isu berkembang terkait perekonomian Kabuapten SBT dihembus paling terendah di Provinsi Maluku.

“Selama ini isu berkembang bahwa perekonomian SBT paling terendah. Sementara yang dirilis statistic kita berada pada pada urutan ke-6 dari sebelumnya di urutan ke-9 di Maluku. Ini berarti ada langka yang positif,” akuinya.

Keliobas juga tidak menapik jika sarana prasaran berada di Pasar Rakyat dan Terminal baru diresmikan itu belum sepenuh menunjang para pedagang. Tetapi Pemda, sudah segegara mungkin harus mengambil langka pengembangan perekonomian masyarakat.

“Kalau dilihat sarana prasarana memang belum menunjang. Kita hanya curi strar saja. Tetapi ini harus di buka sehingga Pemda sesecepat mungkin menyiapkan segara sarana prasarana dan penunjang lainya,” akuinya.

Menurutnya, pembangunan terbelangkali dikerena kondisi mewabahnya Covid-19 saat ini. Tak hanya di Kabupaten SBT namun hampir seluruh daerah Indonesia berdampak sama.

” Kita tidak bisa mengejar perkembangan perekonomian dan lainya. Sementara nanti kesehatan masyarakat tertanggu. Dan saya sudah perintah ke Kadis PU, segera konsultasi dengan konsultan untuk menghitung sehingga di tahun 2022 ini kita sudah menggarkan APBD untuk pembenahan di dalam pasar dan terminal ini, ” katanya.

Keliobas juga tidak menampik ada tempat-tempat yang belum sepenuh terpenuhi untuk pedagang. Namun dipastikan akan segera ditindaklajuti.

” Kita akan bangun los-los tertentu. Makanya, pasar yang lama itu target kita tahun 2022 sudah harus dibangun juga sehingga semuah bisa mendapat kesempatan menikmati fasilitas pasar dibangun pemerintah,” ucap Keliobas.

Baca: Nono Tinjau Blok Masela

Menyoal pemanfaatan pasar disetiap Kecamatan, disampaikan Keliobas langka awal dibentuk Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD). Tindaklanjutnya, UPTD juga akan segera dibentuk sehingga pergerakan perekomian terus berjalan.

“Segera akan kita bangun UPTD disetiap pasar-pasar. Jadi perekonomian tak hanya terserap disini. Sehingga pasar juga bisa tertata dengan baik, majemen juga bagus,” imbuhnya.

Keliobas juga memastikan saat ini, pedagang yang baru menempati pasar yang baru di resmikan juga diberikan kemudahan. Kemuhan terkait dengan retribusi yang harus dibayarkan ke Pemda.

“Diberikan kemudahan sampai mereka sudah bisa berdiri dan mandiri baru bisa kita lakukan itu (Retribusi-red). Target saya setahun, tergantung nanti kita lihat perkembanganya,” demikian.(ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau