Connect with us

Berita Utama

Sekolah tak Diijinkan, Pemkot Justeru Ingin Buka Karaoke

Ambon


AMBON,AE.- Pemerintah kota (Pemkot) Ambon sampai, Selasa (6/4) belum mengijinkan dibukanya sekolah tatap muka. Anehnya, mereka justeru memastikan jika usai lebaran Idul Fitri, Mei mendatang tempat hiburan seperti karaoke akan beroperasi kembali seperti biasa, dengan menerapkan protokol kesehatan. 


Kadis Pariwisata Kota Ambon, Rico Hayat mengatakan, pihaknya akan mengizinkan operasional bagi tempat hiburan Karaoke, usai lebaran. “Sekarang kita masih lakukan segala jenis persiapan. Kemungkinan sekitar habis lebaran Idul Fitri baru bisa karaoke atau tempat hiburan beroperasi, “ungkap dia, kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (6/4). 


Menurutnya, diperkirakan akan beroperasi pasca lebaran dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi para pengusaha tempat karaoke guna kembali mendapatkannya ijin. “Syarat-syaratnya yaitu, sudah pasti akan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Seperti, semua pelayan karaoke dan pemilik tempat usaha itu, mesti disuntik vaksin corona, kemudian infrastruktur pendukung protokol kesehatan juga harus disiapkan, “paparnya. 


Dikatakan, dalam proses tersebut hasil koordinasi antara pihaknya dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, menyebutkan bahwa ketersediaan vaksin Covid-19 saat ini, belum diperuntukkan terhadap pelayan karaoke. 

“Vaksin masih diperuntukkan untuk Lanjut Usia (Lansia) dan pelayan publik. Untuk pelayan karaoke belum ada. Makanya, nanti sementara kita pakai alternatif lain berupa Rapid Tes Antigen setiap dua minggu kepada para pelayan karaoke saja, “kata dia. 


Hayat menjelaskan, sudah satu tahun sejak Maret 2020 hingga Maret 2021 seluruh tempat karaoke di Kota Ambon, tidak diijinkan beroperasi karena penyebaran corona. Menyikapi persoalan ini, Pemerintah Kota Ambon menganggap bahwa pengusaha tempat karaoke merupakan salah satu yang paling merasakan dampak dari penyebaran virus tersebut. 

“Mereka pengusaha karaoke sudah tidak beroperasi satu tahun. Pemkot tidak mungkin diam melihat hal ini, makanya saya sudah beri masukan ke pak Walikota, dan nanti kita akan lakukan seleksi ketat. Sebab tidak semua tempat karaoke dapat diijinkan beroperasi, ada kriterianya, “papar Rico. 


Diakui, dari 60 tempat karaoke yang ada di Kota Ambon, baru 15 yang mengusulkan untuk mendapatkan ijin beroperasi ditengah situasi pandemi. 

” Kami sudah rapat dengan mereka, dan yang baru masukan usulan belum sampai 20, baru 15 saja. Seluruh usulan berupa permohonan untuk beroperasi dari tempat karaoke, akan diverifikasi kemudian tim akan turun melihat langsung tempat karaoke, apakah memenuhi syarat atau tidak, baru bisa diijinkan. Yang jelas, karaoke bersifat dewasa tidak akan diijinkan, “pungkasnya. (AHA) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama