Connect with us

Berita Utama

Sekolah Tatap Muka di Kota Ambon Dibatalkan

Sekkot Ambon
Sekkot Ambon, AG Latuheru

Ambon, ameksOnline. – Pelaksanaan sekolah tatap muka Juli mendatang, dipastikan batal. Ini disebabkan penyebaran Covid-19 di Kota Ambon belakangan mengalami peningkatan yang cukup drastis.

Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Anthony Gustav Latuheru mengungkapkan, dengan kondisi Ambon, yang berstatus zona oranye, maka rencana sekolah tatap muka itu tidak dilaksanakan.

“Kan daerah yang boleh melaksanakan sekolah tatap muka itu, hanya berstatus zona Kuning atau Hijau, sedangkan daerah yang masih masuk zona Oranye dan Merah sangat-sangat tidak boleh, ” jelas dia kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (11/6).

Baca: Lapak Mardika Batal Dibongkar

Menurutnya, rencana sekolah tatap muka itu dilaksanakan jika Pemerintah kota dan masyarakat sama-sama bekerja keras untuk memutus rantai penyebaran virus mematikan ini.

“Kalau status kita masih seperti di bulan Mei (zona Kuning) maka bisa kita laksanakan sekolah tatap muka, tapi kalau seperti saat ini sangat tidak mungkin. Olehnya tugas kita bersama untuk perang melawan penyebaran Covid ini, “paparnya.

Dikatakan, Sekolah tatap muka memang menjadi dambaan dari seluruh pihak termasuk orang tua dari pada pelajar tersebut.

” Kita (Pemkot) memahami sungguh keinginan dari orang tua, agar anaknya bisa sekolah kembali, mengingat (sekolah online) sudah sekitar tahun, hanya saja kondisi kita dengan kasus yang naik ini tidak mungkin, “tegasnya.

Selain itu, Latuheru menambahkan, jika Pemerintah Kota Ambon, dalam waktu dekat pula akan melaksanakan vaksinasi massal tahap III.

” Kita sudah koordinasi dan mempertimbang untuk kembali melaksanakan vaksinasi massal, mengingat masih banyak warga yang belum divaksin, “kata dia.

Latuheru yang menjabat sebagai Sekkot hampir 10 tahun itu mengaku, jika pemerintah menargetkan 75 persen warga Ambon, harus tervaksinasi.

” Vaksinasi massal tahap III nanti kita buka untuk masyarakat dan ASN kita yang belum tervaksin. Target kita itu 75 persen, warga kota, karena dengan itulah maka terbentuk kekebalan tubuh kita, sehingga kedepan tidak perlu lagi untuk pakai masker, “paparnya.

Mantan Sekwan Kota Ambon menambahkan, jika vaksinasi massal sampai saat ini masih berlangsung, tapi dikhususkan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan lansia.

” Untuk lansia di Kota Ambon, yang sudah tervaksin itu sekitar 9.000 orang, dan Ambon, terbesar di wilayah Indonesia Timur, kemudian Ambon juga menjadi 13 Kota seluruh Indonesia, yang terbanyak melaksanakan vaksinasi bagi lansia, “tandas Latuheru.

Kasus Covid-19 di Kota Ambon, terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Pemerintah kota (Pemkot) Ambon tak tinggal diam. Setelah melaksanakan evaluasi maka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro, akhir di berlakukan.

Sekot mengungkapkan, meski masih dalam tahap evaluasi, namun dipastikan PPKM berskala Mikro juga akan berlangsung di Kota Ambon.

“Kita masih melakukan evaluasi, namun bisa dipastikan PPKM berskala Mikro berlangsung di Kota Ambon, dalam bulan Juni ini. Waktunya kapan dimulai tunggu keputusan pak Wali Kota, yang pastinya dalam waktu dekat ini,” kata dia, kepada wartawan, Jumat (11/6).

Baca: Masa Wellem Berakhir di DPRD

Menurutnya, PPKM berskala Mikro ini, difokuskan pada RT/RW, desa dan Kelurahan yang ada di Kota Ambon.

“Fokus penanganannya (pencegahan Covid-19), bukan lagi dipusat kota tetapi sudah ke lingkungan masyarakat, baik desa, negeri, kelurahan, maupun sampai ketingkat RT/RW. Jadi nanti bukan lagi PSBB transisi tapi kita sudah masuk di PPKM itu, ” jelasnya.

Dikatakan, pemberlakuan PKM berskala Mikro itu, sebagai langkah ampuh untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“PPKM ini penting, karena kita dengan cepat mendeteksi penyebaran. Semisal ada yang terpapar bisa langsung terdeteksi secara dini, melalui pimpinan RT/RW, Lurah, raja maupun Kades, ” paparnya.

Diakui, PPKM tersebut akan menggunakan Peraturan Wali Kota. “Kan ada Perwalinya. Dan salah satu evaluasi yang kita laksanakan adalah menyiapkan Perwali itu, ” ujarnya.

Latuheru berharap, agar warga Kota Ambon, nantinya bisa membantu Pemkot dalam melaksanakan PPKM tersebut. (ARH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama