Connect with us

Amboina

Sempat Naik Lagi, Kini Ambon Kembali Membaik

tim satgas
Koordinator fasilitas umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay.

Ambon, ameksOnline.- Pemerintah kota (Pemkot) dan Satgas Covid-19 masih terus bekerja keras untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon.


Sosialisasi hingga penindakkan terhadap pelanggar protokol kesehatan juga sudah dilakukan sejak Tahun 2020 lalu, sayangnya hingga saat ini masih saja ada warga yang belum taat dan patuhi terhadap protokol kesehatan itu.

Koordinator fasilitas umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay mengungkapkan, operasi Yustisi masih terus berlangsung. Pelaksanaan operasi tersebut dengan sistem rapid tes ditempat bagi pelanggar juga masih berlangsung.
Dalam sehari pihaknya menemukan puluhan warga yang melanggar protokol kesehatan.


“Hari ini (kemarin-red), operasi kita laksanakan hanya di satu titik, yakni dikawasan jalan Rijali depan Kantor DPRD Kota Ambon. Khusus untuk hari ini totalnya 59 pelanggar dengan 7 orang reaktif. Sisanya non reaktif, “jelas Luhukay, kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (7/1).

Menurutnya, operasi Yustisi itu dilakukan siang dan malam hari. Namun untuk Rabu malam kemarin, pihaknya tidak melakukan operasi yustisi, karena terganggu dengan cuaca hujan.


“Rabu malam itu kita tidak melaksanakan operasi, namun kita tetap melakukan monitoring terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan, utamanya dimalam hari ini mereka yang beroperasi diatas waktu yang telah ditentukan, ” kata dia.

Dikatakan, dari hasil monitoring itu mayoritas warga terutama pelaku usaha yang beroperasi dimalam hari sudah mentaati aturan yang berlaku.
“Mereka (pelaku usaha) sudah disiplin terhadap waktu operasional, ” ucapnya.

Tidak sampai disitu, mantan Wakasat Pol PP itu mengaku, jika status Kota Ambon masih berada dalam zona orange dengan skoring 2.07, dan sudah mendekati zona kuning. ” Skoring zonasi sudah naik dari 1.95 ke 2.07. Ambon masih zona orange, “tandasnya.

Sekedar tahu, Operasi Yustisi yang dilakukan tim Satgas tersebut, untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19, dan tidak ada maksud lain dari memutus mata rantai virus yang sudah memakan puluhan korban jiwa di Kota Ambon ini. (AHA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Amboina