Connect with us

Berita Utama

Sindir Gubernur dan Polisi, Demo HMI Berakhir Ricuh

Aksi massa HMI di Kantor Gubernur Maluku yang berakhir dibubarkan polisi. -Ars Hehanussa-

Ambon, ameksOnline.- Demo HMI berakhir  ricuh. Polisi membubarkan paksa para pendemo, karena orasi yang diduga menyinggung korps baju coklat itu. Sejumlah mahasiswa diamankan. Satu orang babak belur dikeroyok beberapa orang berpakaian preman.

Demo, Senin (29/6) awalnya berjalan baik. Demo pertama dilakukan di Balai Kota Ambon. Disana mereka meminta transaparansi Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam pengelolaan dana Rp20 miliar, termasuk menghentikan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar. 

Demo itu tak ditanggapi. Mereka tak ditemui pejabat Pemkot di Balai Kota Ambon. Massa akhirnya bergerak ke kantor Gubernur. Mereka menuju pintu keluar arah Gereja Maranatha. Jumlah mereka tak banyak, tapi orasinya agak nyeleneh. 

Orasinya lebih banyak berisi caci maki dan hujatan kepada Gubernur Maluku Murad Ismail, juga korps kepolisian. Beberapa kali terlihat, raut wajah personil polisi yang mengawal aksi itu, memerah. Mereka terlihat marah. Demikian juga anggota berpakaian preman. 

“Gubernur dari partai coklat,” teriak orator dari atas mobil pick up. Mereka menggunakan pengeras suara. Teriakan ini memantik banyak perhatian warga. Dia terus menuding. Usai berorasi, mahasiswa ini turun dari mobil. 

Dia berjalan ke arah Pattimura Park. Dari belakang, ada empat rekannya. Tiba-tiba sekira 10 orang berpakaian preman yang diduga intel menyergap mahasiswa itu. Terjadi pemukulan bertubi-tibu. Dia langsung digelandang ke Polsek Sirimau yang tak jauh dari Pattimura Park.

Empat rekannya ikut dibawa. Sementara demo masih terus berjalan. Massa yang melakukan aksi, tidak mengetahui ada rekannya yang ditahan. Cilakanya, mereka masih meneriakan hal yang sama, partai coklat. Polisi terpancing, massa langsung di dekati. 

Massa yang ada dalam mobil pick up dikurung. Mereka tak bisa melarikan diri. Sebagian yang berada di luar mobil, berhasil melarikan diri ke arah kantor PT Pelni. Sejumlah mahasiswa kembali diamankan. (upi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama