Connect with us

Metro Manise

Soal Beredar Beras Plastik, BPOM: Itu HOAX

Rasia yang dilakukan Disperindag dan polisi di beberapa kios dan Toko Sembako, di Masohi, Maluku Tengah. -ist-

Ambon, ameksOnline.- Balai pengawasan obat dan makanan (BPOM) provinsi Maluku, memastikan informasi yang beredar terkait adanya beras plasik di pasar Binaya, Masohi kabupaten Maluku Tengah tidak benar alias Hoax.

Hal tersebut di buktikan dengan uji sample awal yang dibawa Disperindag dan satgas Pangan Polres Malteng ke BPOM Maluku. “Kasus ini serupa dengan  yang terjadi di kota Ambon pada akhir Januari kemarin, dari hasil teliti awal tidak adanya kandungan plastik,”jelas Kepala BPOM Maluku, Hariani, kepada wartawan di kantor BPOM , Senin (17/2).

Untuk memperkuat argumen tersebut pihak BPOM akan tetap melakukan uji sample. “Kita tetap mengacu pada SNI untuk beras. Seusai stadar mutu SNI akan kita lakukan pengujian, nanti hasil ujinya akan kita sampaikan ke Pemda Malteng untuk klarifikasi disana,”tandasnya.

Untuk dapat membedakan mana beras plastik dan mana beras asli, kata Hariani, ada beberapa indikator yang bisa dilakuakan oleh masyarakat awam, yakni dengan membedakan fisik dari beras itu sendiri.

“Untuk membedakan masyarakat dapat  mencuci beras yang akan di konsumsi, jika beras tersebut mengandung plastik pasti akan mengambang, sedangkan beras asli tenggelam. Selanjutnya dari bulir, kalau plastik itu bening sementara asli itu sda berwarna putih susu, nah ini yang tidak dari sample Malteng,”jelasnya.

Kalau untuk kontur, lanjut Hariani, beras yang sudah dimasak cendrung memiliki tekstur kenyal. Ini  dikarena kandungan amilopektin yang tinggi. Sehingga terikat satu sama lain. Untuk itu tidak bisa di tarik kesimpan beras yang kenyal mengandung kandungan plastik.

Menurutnya, hasil lab nanti akan dijadikan acuan untuk mencerdaskan masyarakat agar jangan gampang terpengaruh dengan informasi yang belum tentu benar.


Dirinya juga menyayangkan informasi tersebut yang terlanjur meluas di medsos dan menimbulkan kekhawatiran kepada masyarakat disana.

“Langkahnya sudah benar dengan lapor ke pemda, cuma yang kita sayangkan informasi itu beredar dengan cepat sehingga menimbulkan keresahan. Mudah mudahan dengan kasus ini masyarakat bisa tahu dan membedakannya,”tutupnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Malteng, AKP Syarul yang dikonfirmasi mengaku, kasus dugaan beras palsu itu sementara ditanganinya. “Kita masih menunggi dari BPOM,” singkat Syarul via watshapnya, sore ini. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Metro Manise