Connect with us

Berita Utama

Surat Dukungan PAW Wellem Napi Narkoba, Berujung Masalah

PAW Wellem Wattimena
Wellem Wattimena saat diserahkan penyidik polisi ke Kejaksaan.

Ambon, ameksOnline. – Dukungan organisasi keagamaan kepada Partai Demokrat untuk melakukan PAW terhadap Wellem Wattimena yang kini berstatus narapidana kasus Narkoba, berujung masalah. Dukungan PAW disebut sebagai pencatutan nama organisasi.

Paulus Siahaya dan Venska Tomaluweng bakal dipolisikan. Keduanya dituding telah membawa nama organisasi keagamaan untuk kepentingan politik, dengan mendukung langkah partai Demokrat melakukan pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Maluku Wellem Wattimena yang kini berstatus narapidana Narkoba.

PAW terhadap Wellem Wattimena dilakukan karena divonis majelis hakim terbukti menggunakan narkoba. Dia diringkus polisi membawa alat hisap sabu saat turun dari Pesawat di Bandara Udara Pattimura.

Selain kasus Narkoba, Wellem Wattimena juga pernah terjerat dugaan korupsi dana hibah pembangunan Pastori Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Paulus Siahaya dalam dukungannya mengaku, sebagai Pemuda Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA). Padahal dia tidak pernah masuk dalam struktur organisasi.

Baca: Pemerintah Targetkan 1 Juta Dosis

“Yang bersangkutan mengatasnamakan Pemuda
Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) dan menggunakan logonya. Kami sudah kroscek di semua gereja ternyata Paulus Siahaya tidak pernah ada dalam struktur. Ini merugikan nama baik organisasi,” jelas Ketua BPD Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Provinsi Maluku Pdt Yanes Tity Sth saat mendatangi Graha Ambon Ekspres, Selasa (15/6).

Kedatangan Yanes di dampingi dua rekan lainnya, yakni Komisaris GSJA Daerah Maluku, Pdt Fery Dumeda Sth dan mantan ketua Daerah Gereja Bethel Indonesia (GBI) Maluku Pdt, Saul Tuanger

Yanes pada kesempatan itu menjelaskan, untuk internal GSJA sudah beredar informasi tidak benar ini melalui media massa, dan semua pengurus sesalkan pengakuan Paulus yang sudah mencatut nama organisasi keagamaan untuk kepentingan Politik.

Bahkan untuk daerah maupun wilayah nama Paulus tidak pernah ada dalam pengurus. GSJA kata dia, tidak memiliki kepentingan apapun dengan partai Demokrat, termasuk PAW Wellem Watimena

“Kami perlu klarifikasi agar publik tau. Bahwa Paulus bukan pengurus. Jangan sampai kita dianggap organisasi keagamaan tapi suka campur urusan partai. Ini sangat merugikan dan kami sesalkan itu,” tegas Yanes.

Klarifikasi secara lisan juga disampaikan ke Partai Demokrat Maluku agar diketahui. GSJA sampai saat ini masih berposisi sebagai organisasi keagamaan bukan organisasi partai politik.

Pihaknya juga akan mengkroscek jika logo GSJA yang dipakai benar sesuai yang termuat di pemberitaan media. Maka akan dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum, karena sudah melakukan penyalahgunaan kewenangan organisasi.

“Kami akan melanjutkan masalah ini ke kepolisian dengan malaporkan Paulus Siahaya karena sudah mencederai nama organisasi. Kami juga tidak kenal Paulus ini siapa,” sahutnya.

Tempat yang sama, Mantan Ketua Daerah Pemuda dan anak Gereja Bethel Indonesia (GBI) Maluku Pdt, Saul Tuanger mengaku kesal dengan sikap Venska Tomaluweng yang sudah membawa nama organisasi dengan mengatasnamakan sebagai Pemuda Gereja Bethel Indonesia (GBI). Padahal nama tersebut tidak ada dalam organisasi keagamaan itu.

GBI kata dia, masih berada pada garis lurus yaitu sebagai organisasi keagamaan, dan tidak ada dalam kepentingan apapun dengan partai politik apalagi menyangkut PAW Wellem Wattimena.

“Apa yang disampaikan mengtasnamakan pemuda GBI itu tidak benar kami harus klarifikasi. Karena nama Venska Tomaluang tidak ada dalam struktur GBI. Dan kami akan cek siapa dibalik ini. Kami juga melakukan yang sama dengan melaporkannya ke kepolisian. Karena sudah mencederai nama organisasi,” ungkap Tuanger

Sebelumnya diberitakan media ini sejumlah tokoh pemuda gereja di Maluku mendukung langkah Partai Demokrat Maluku untuk memecat Wellem Zefah Wattimena yang tersangkut kasus narkoba sekaligus menggantikannya dari kursi anggota DPRD Maluku.

Dukungan dari tokoh-tokoh pemuda gereja itu disampaikan melalui pernyataan sikap dan surat resmi kepada Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina pekan ini.

Baca: Pelabuhan New Ambon Masuk PSN

Para tokoh pemuda gereja tersebut antara lain, Basten Sophia, SE sebagai Pemuda Gereja Ketolik, Paulus Siahaya, S.Pi sebagai Pemuda Gereja Sidang Jemaat Allah, Venska Tomaluweng, ST, MT sebagai Pemuda Gereja Bethel Indonesia dan Nobril Lainata, S.Si sebagai Pemuda Gereja Protestan Maluku serta Rolin Sarimanela, SH dari unsur Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku.

Dalam surat itu, antara lain mereka mendukung langkah yang ditempuh Partai Demokrat Maluku pimpinan Elwen Roy Pattiasina dalam memastikan dan mengawal proses demokrasi berjalan pada relnya secara jujur, bersih, demokratis dan adil untuk semua, tanpa memandang bulu.

Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina yang dikonfirmasi, membenarkan telah menerima surat dukungan dan apresiasi dari para tokoh pemuda gereja tersebut.

”Iya suratnya sudah kami terima dan sudah diteruskan ke DPP. Kami juga perlu menyampaikan terima kasih kepada tokoh pemuda gereja yang telah menaruh perhatian terhadap persoalan ini,” kata Elwen. (WHB/Yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama