Connect with us

Berita Utama

Tak Diberi Duit, Patrik Nyaris Bunuh Ibu Kandungnya

Ambon, ameksOnline.- Fransina Hehanusa (50) nyaris tewas di tangan anaknya Patrik Hehanusa (22). Wanita berusia setengah abad itu, dianiaya Patrik babak belur. Insiden ini terjadi di rumah mereka.

Fransina dan anaknya serumah. Mereka tinggal di Desa Waraka, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah. Fransina baru saja pulang Gereja, Minggu (13/9). Saat masuk rumah, dia melihat anaknya sedang berkemas.

“Mau kemana,” tanya Fransina kepada buah hatinya itu. Sambil mengisi pakaiannya dalam tas, Patrik menjawab hendak ke Ambon. Fransina menyarankan anaknya itu untuk mengurusi surat-surat sebelum ke Ambon.

Surat-surat itu terkait dengan keluar masuk Maluku Tengah maupun Kota Ambon. Patrik mengabaikan saran ibunya itu. Selesai berkemas, dia meminta uang. “Ibu tak punya uang,” jawab Fransina kepada anaknya itu.

Bukan menaruh iba, Patrik justeru naik darah mendengar jawaban ibunya. Tanpa belas kasih, anak ini justeru menganiaya orang tua yang telah melahirkannya itu. Tak puas memukul dengan tangan, dia menyerang dengan senjata tajam.

Korban mengalami luka disekujur tubuh. Dari luka itu keluar darah. Korban sempat diselamatkan Nenek Patrik, yang juga ibu Fransina ke luar rumah. Tanpa ampun, Patrik kembali mengejar korban dengan parang di tangannya.

Di luar rumah, Patrik kembali menebas ibu kandungnya itu. Korban mengalami luka robek pada bagian kepala. Tangan kanannya nyaris putus. Korban kini sudah menjalani perawatan medis di RSUD Masohi.

Fransina kemudian diselamatkan warga. Mereka mengevakuasinya korban ke rumah sakit. Pelaku langsung dilaporkan ke polisi. Sempat lari, pelaku akhirnya dibekuk. Melihat Patrik ditahan, warga ramai-ramai menghakiminya, sebelum diselamatkan polisi.

“Pelaku juga menderita luka dibeberpa bagian tubuh karena dihakimi warga. Baik pelaku maupun korban kini sudah berada di RSUD untuk jalani pelarawatan medis,” kata Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi.

Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Sementara pelaku, dikawal ketat polisi. “Dia juga masih dirawat. Kalau kondisinya membaik akan diperiksa. Yang pasti sudah jadi tersangka,” pungkas Rositah.(UPI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama