Connect with us

Amboina

Tekan Pelanggaran Prajurit, TNI Gelar Operasi Gaktip dan Yustisi

Kodam Pattimura
Kasdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI Gabriel Lema didampingi pejabat TNI/Polri, dan instansi terkait, seusai melaksanakan apel operasi Gaktip dan Yustisi, di Makodam XVI/Pattimura, Kamis (25/2). (Ars Hehanussa/ameks).

Ambon, ameksOnline. -Guna menertibkan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI, baik AD, AL maupun AU membuat TNI melaksanakan operasi penegakan ketertiban, kedisiplinan (Gaktip) dan Yustisi tahun 2021. Operasi itu juga dilaksanakan oleh Kodam XVI/Pattimura.

Kepala Staff Kodam (Kasdam) XVI/Pattimura, Brigjen TNI Gabriel Lema mengatakan, operasi Gaktip dan Yustisi ini berlangsung secara Nasional, termasuk yang dilaksanakan diwilayah hukum Kodam XVI ini.


“Jajaran penegak hukum terutama Polisi Militer (POM) TNI, baik AD, AL maupun AU, secara nasional termasuk kita di wilayah Maluku dan Maluku Utara, “kata Lema, kepada wartawan di Makodam XVI/Pattimura, Kamis (25/2) pagi.

Menurut mantan Danyonif Raider 733/Masariku itu, operasi ini dengan sasaran dapat menekan dan meniadakan pelanggaran baik disiplin maupun pelanggaran hukum lainnya yang ada di wilayah Provinsi Maluku, dan Maluku Utara.


” Esensi dari kedua operasi ini adalah tidak ada lagi pelanggaran disiplin dan hukum yang dilakukan oleh prajurit TNI. Kemudian dapat memberantas ataupun memutus rantai penyebaran Covid-19 yang masih melanda Indonesia, khususnya Provinsi Maluku dan Maluku Utara, “jelas Orang nomor 2 di Kodam Pattimura.

Alumnus AKMIL 1990 menegaskan, dalam operasi Gaktip dan Yustisi ini pihaknya menerjunkan satu Kompi, atau sekitar 350 prajurit dari POM.


“Dalam operasi ini juga dibantu oleh rekan-rekan dari Polda Maluku, maupun Maluku Utara. Tujuannya bukan saja untuk prajurit TNI tetapi untuk kepentingan kondisi keamanan di dua wilayah provinsi ini, ” terang jenderal TNI bintang 1 itu.

Putra Nusa Tenggara Timur (NTT) itu berharap, operasi Gaktib yang dilaksanakan dalam tahun 2021 ini dapat meniadakan segara bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI, dengan alasan apapun.


“Pelanggaran baik yang dilakukan oleh para prajurit TNI, termasuk juga membantu dalam meniadakan segala bentuk pelanggaran kejahatan dimasyarakat, sebab kejahatan saat ini semakin cangkih, apalagi kejahatan ekonomi tentu berdampak pada seluruh sendi kehidupan. Nah ini yang harus kita perangi dan cegah,” pungkas mantan Dandim 1502 Masohi itu. (AHA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Amboina