Connect with us

Berita Utama

Tenaga Medis Nyaris Tewas Dianiaya Keluarga Jenazah Covid

Suasana depan kamar Jenazah RSUD Haulussy, setelah insiden penganiayaan yang dilakukan terhadap seorang tenaga medis, kemarin. -IST-

Ambon, ameksOnline.- Kekisruhan tidak hanya dimulai di Jalan Jenderal Soedirman terkait status pasien HK (57) . Seorang perawat  wanita diduga dianiaya keluarga pasien hingga babak belur hingga nyaris tewas. Beruntung dia berhasil menyelamatkan diri dari ruang jenazah.

Aksi tak terpuji ini dilakukan kemarin, sekira pukul 09.00 pagi oleh keluarga almarhum HK. Awalnya perawat yang bernama  Jomima Orno ini, ditugaskan untuk mengurus Jenazah HK sesuai protokoler Covid di ruang jenazah RSUD Haulussy, Kudamati, Ambon.

Pasien HK meninggal pukul 08.00 wit di lantai 1 ruang isolasi Covid. Jomima yang biasa disapa Mimi ini berada di lantai 2 ruang isolasi, karena sedang melayani pasien.  “Saya Turun Kondisi pasien sudah meninggal.. Saya di Minta bantu oleh teman saya, Meidy dan  Sela untuk Membersihkan dan Mengantar Jenazah ke kamar mayat Isolasi covid,” kata Mimi. 

Dia bersama petugas medis lainnya, melakukan penyemprotan kepada pengantar pasien. Saat mereka tiba di depan Pintu kamar jenazah, pintunya dalam Keadaan terkunci.  “Mendy dan petugas semprot jalan balik untuk membuka pintu kamar jenazah,” tutur Mimi. 

Mimi sendiri di depan pintu bersama pasien. Hanya selang beberapa detik, tiba-tiba  masa datang dari arah kanan berdiri Mimi. Mereka dari ruang HD dan lorong laboratorium. Jumlahnya sekitar 15 orang. Tanpa ada komunikasi wanita muda ini langsung dipukul oleh istri almarhum. 

Pukulan ini kena bagian kiri wajahnya. Saat merasa kesakitan, anak perempuan almarhum kembali memukul Mimi secara membabi buta. Saat berusaha melarihkan diri, tangan Mimi justeru ditahan anak laki-laki almarhum. 

 “Saya lari lalu di pegang oleh anak laki lakinya dari belakang. Saya berusaha melepaskan diri sampai baju saya robek.  Dengan susah payah saya melepaskan diri. Saya  dipukul dari belakang kepala secara berulang kali.  Selain itu, Saya ditendang pada bagian belakang tubuh korban,”  tutur Mimi. 

Dianiaya berulang-ulang, Mimi berusaha sekuat tenaga lari untuk melepaskan diri dari mereka. “Saya di pukul babak belur sampai tak ingat berapa kali pukulan. Akhirnya saya bisa melepaskan diri itupun hampir jatuh di dalam selokan samping ruangan isolasi. Untungnya ada tembok untuk bersandar,”

Dia mengaku, lemas, syok, dan kesakitan.   “Saya teriak minta tolong ke teman-teman di depan ruangan isolasi dan memberitahu saya telah di pukul dan dikeroyok. Saya mengenal persis pelaku 3 orang itu. Karena setiap harinya mereka datang menjenguk pasien,” kata dia. 

Mimi sempat menjalani perawatan di UGD oleh dokter. Kasus ini sudah dilaporkan. Mereka yang dilapor, adalah isteri almarhum HK, dan anak laki-lagi dan perempuan. “Saya lapo kemarin,” pungkas Mimi.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama