Connect with us

Berita Utama

Tolak Pilkades, Tapi Minta Pilraja, Warga Pilih Blokir Jalan

Blokir Jalan Kamarian

Ambon, ameksOnline.- Protesnya diabaikan, warga pilih blokir jalan pada Kamis (14/10). Poros jalan Kamarian, Kabupaten Seram Bagian Barat tertutup. Antrean panjang kendaraan. Masalahnya soal Pilkades dan Pilraja.

Pemerintah SBB berniat menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak. Rencananya Tanggal 20 Oktober mendatang. Warga menolak. Alasannya wilayah administrasinya bukan desa, tapi negeri.

Penolakan itu, datang dari warga Kamarian, Kecamatan Kairatu. Tak ditanggapi, warga blokir jalan. Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan aksi protes atas kebijakan Pilkades itu dengan memblokade jalan. Aksi blokade itu dilakukan sejak pagi tadi.

Baca:

Warga memblokade jalan dengan menggunakan bongkahan kayu, batu dan pasir, akibatnya arus lalu lintas yang menghubungkan tiga Kabupaten, yakni SBB, Maluku Tengah, dan SBT, lumpuh total.

Ratusan kendaraan baik dari arah Maluku Tengah, menuju SBB maupun sebaliknya, tidak bisa melintas, sejak siang tadi.

“Aksi blokade ini sebagai bentuk protes kami terhadap pelaksanaan Pilkades serentak diseluruh SBB. Kami ini bukan Desa tapi Negeri Adat, sehingga harus Pilraja bukan Pilkades, ” kata salah satu warga Kamarian, kepada media ini, Kamis (14/10) siang.

Menurutnya, Pilkades yang akan di gelar itu merupakan bentuk pengrusakan terhadap adat istiadat di kabupaten tersebut.

“Yang kami inginkan itu Pilraja, sesuai dengan tatanan adat. Jangan rusaki negeri-negeri adat, ” tegasnya.

Ditegaskan, warga akan membuka blokade jika Pemerintah Kabupaten SBB segera membatalkan rencana Pilkades dan mengganti dengan Pilraja, sesuai dengan tatanan adat yang ada di negeri adat.

Baca:

“Pilraja sesuai mekanisme adat, yakni berdasarkan musyawarah saniri negeri. Apapun alasannya kami tolak Pilkades. Kita akan buka blokade jika Pemerintah Kabupaten batalkan Pilkades, ” tegasnya.

Sementara itu, kata dia, warga juga akan melakukan pengecoran jalan secara pemanen, jika Pemda SBB tidak membatalkan rencana Pilkades itu. “Sudah mau cor (permanen) jalan,” pungkasnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, aksi tersebut disebabkan karena adanya pro kontra terkait rencana Pilkades.
“Anggota Polres SBB sudah berada di TKP dan sementara dilakukan koordinasi dengan untuk membuka jalan, ” singkatnya. (ARH).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama