Connect with us

Ekonomi

Unpatti Latih Nelayan Manfaatkan Limbah Tuna

Program pengabdian kepada masyarakat dari jenis/skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD), di Dusun Parigi Wahai Seram Utara Terjamah PPPUD Tahun II 2020 Ristek/Brin. -Unpatti-

Ambon, ameksOnline. – Manfaat ekonomi yang dihasilkan dari produksi Ikan Tuna tak hanya diperoleh dari dagingnya saja. limbah produksi tuna loin (tetelan dan jeroan), juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini dapat dihasilkan melalui   penggunaan ekstrak atung (Parinarium glaberimum Hassk), sebanyak 5 persen (W/V). 

Dalam prosesnya, produk dibagi dua, yakni, Produk fermentasi dan produk jelly fish. “Produk fermentasi terdiri atas kecap, bakasang dan terasi, sedangkan produk jelly fish terdiri dari Surimi, bakso dan nugget,” kata  guru besar Jurusan Teknologi Hasil Perikanan di Unpatti, Trijunianto Moniharapon.

Hal Ini disampaikan dalam  Program pengabdian kepada masyarakat dari jenis/skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) tahun II pada 2020, dilaksanakan di dusun Parigi, Negeri Wahai, kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, beberapa waktu lalu.

Ini bagian dari program   Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpatti. Penyuluhan diberikan kepada ratusan nelayan di Seram Utara.  Program ini melibatkan sejumlah akademisi dari Unpatti, yang dibentuk dalam satu tim. 

Tim terdiri dari Trijunianto Moniharapon, sebagai ketua, Fredy Pattipeilohy, Lilian M Soukotta, Meigy N Mailoa. Tim juga dibantu oleh Febe Gasperz, RBD Sormin, dan Villian Soukotta. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan dalam tim untuk kegiatan PKL (praktek kerja lapang) dan penelitian (skripsi).

Untuk efektivitas pelaksanaan, kegiatan dibagi tiga tahap. Tahap pertama, Penyuluhan dan Pelatihan. Kedua, Penerapan dan Pendampingan. Dan tahap ketiga, Monitoring dan Evaluasi. 

Peserta juga dibagi dua kelompok. Kelompok Fermentasi dan kelompok Jelly Fish. Trijunianto berharapan pengembangan program ini,dilakukan secara berkesinambungan. Produk-produk yang sudah diajarkan, didemo dan diterapkan, agar produk bisa dipasarkan secara lokal, Regional, Nasional dan Internasional. 

“Muaranya ke peningkatan pendapatan kelompok, dan peningkatan kesejahteraan keluarga di dusun Parigi Wahai,” kata dia.   Kegiatan ini dibuka oleh Camat Seram Utara D Moch Anas Al’Idrus.  Dalam sambutannya, dia mengajak masyarakat mengikuti dengan serius sekaligus memanfaatkan kesempatan emas ini karena pemateri adalah orang-orang yang berkualitas di bidang olahan hasil perikanan Unpatti. 

“Seluruh kegiatan ini, dilaksanakan dengan protokoler Covid-19. Untuk, tetap menjaga jarak agar dapat memutus mata rantai wabah ini ” ucap Anas kepada media ini, melalui pers release yang diterima, kemarin. 

Kegiatan ini ditutup oleh ketua PKK kecamatan Seram Utara, Fahria Albar. Kata dia, pengetahuan dan ketrampilan yang didapat, bisa dikembangkan oleh masyarakat nelayan. Dia juga bersedia mengawal dengan menyiapkan berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah kecamatan Seram Utara.

Usai kegiatan,  dilakukan post test. Hasilnya sangat menggembirakan dengan rataan nilai dari kelompok Fermentasi adalah 93.5 dan kelompok Jelly fish 94.0. Ini menunjukkan keseriusan dan antusias mereka dalam mengikuti program kegiatan ini. (PRO3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi