Connect with us

Berita Utama

Wali Kota Ambon Ngaku Pemerintah tak Paksa Warga Vaksin, Tapi…

Wali Kota Ambon
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy saat meninjau pelaksaan vaksinasi beberapa waktu lalu.

Ambon,ameksOnline.- Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan, pemerintah tidak memaksakan warga untuk melaksanakan vaksinasi, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO).

Hanya saja, kata dia, setiap negara memiliki aturan tersendiri diluar organisasi tersebut. Selain itu juga ada perusahan penerbangan yang ada di dunia.


“Memang Pemerintah tidak memaksakan warganya untuk vaksin sesuai yang disampaikan WHO. Kalau ada yang tidak mau kita tidak bisa paksakan, cuman ada ketentuan-ketentuan umum dan ketentuan khusus disebuah institusi,” kata dia kepada wartawan, Rabu (21/7) sore.

Baca: Mau Cair BPUM, tak Perlu Antri

Politisi Golkar ini mencontohkan, di dunia penerbangan yang boleh berangkat adalah mereka yang sudah memiliki kartu atau sertifikat vaksin. Dan ini berlaku secara internasional.

Dikatakan, ketentuan tersebut merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap warga atau calon penumpang yang menggunakan maskapai tersebut.


“Sama halnya pemberlakuan itu terjadi pada sebuah negara atau daerah. Jadi mau tidak mau sebagai warga kita harus ikuti. Kenapa vaksin juga baik dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 ini,”jelasnya.

Selain itu, vaksinasi juga dianggap penting dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19, didunia termasuk Indonesia, Maluku dan lebih khusus Kota Ambon.


” Bagaimana kita mau lepas masker, kalau capaian hard comunity belum tercapai. Dan salah satu cara ampuh untuk memutus penyebaran Covid-19, adalah melalui vaksinasi, disamping protokol kesehatan, “tegasnya.

Orang nomor satu di Kota Ambon ini juga mengaku, saat Pemerintah Kota Ambon, telah menyiapkan berbagai kesiapan dalam rangka melaksanakan vaksinasi massal para pelajar yang ada di Kota Ambon.

Baca: Setelah dibantu, Kini India Bantu Indonesia


“Vaksinasi untuk anak-anak diusia 12 sampai dengan 17 tahun. Dan kewenangan Pemerintah Kota, ada pada anak-anak atau pelajar dari SD sampai SMP atau sederajat, tapi fokus kita itu anak-anak SMP dimana mereka berusia 12 sampai 17 tahun,”jelasnya.

Ditambahkan, usia diatas 17 tahun merupakan pelajar SMA dan itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, hanya saja sesuai hasil koordinasi, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan dalam rangka menyukseskan vaksinasi massal tersebut.


“Saat ini kita sudah melakukan berbagai persiapan untuk melaksanakan vaksinasi massal anak-anak itu, sambil menunggu petunjuk dari Pemerintah Pusat terutama Kementerian kesehatan,”tandasnya. (ARH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama