Connect with us

Lintas Pulau

Warga Manipa Ikut Vaksinasi, Tapi Stoknya Masih Kurang

warga manipa vaksin
Warga Kecamatan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ikut vaksinasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Puskesmas Manipa, Senin (29/6).

Ambon, ameksOnline.- Ratusan warga Kecamatan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) antusias mengikuti program vaksinasi. Vaksinasi dilakukan untuk mendukung program serbuan vaksinasi menuju satu 1 juta vaksin per hari oleh Pemerintah Pusat.

“Antusias masyarakat untuk vaksinasi cukup luar biasa. Dan kami sangat mengapresiasi itu,” ujar kepala Puskesmas Manipa Rifan Sangaji, kepada Ambon Ekspres, Selasa (29/6). Vaksin dilakukan di kantor Puskesmas setempat.

Pelaksanaan vaksin dimulai sejak Senin 21 Juni. Kemudian dilanjutkan lagi pada Sabtu 26 Juni, karena disesuaikan dengan jadwal vaksinasi massal untuk semua daerah secara Nasional dalam rangka memperiganti HUT Bhayangkara, dimana setiap Puskemasa harus 50 orang. Untuk Manipa lebih dari seratus.

Baca: Golkar Ikut Pertemuan Meja Bundar

Vaksin terakhir dilakukan pada Senin 28 Juni 2021. Total keseluruhan yang di vaksin sebanyak 300 orang. Jumlah ini terbagi untuk masyarakat umum dan lanjut usia (Lansia). Termasuk ASN, kepala desa dan staf. Kemudian ditambah 14 anggota TNI- Polri terdiri dari tujuh anggota Koramil dan tujuh anggota Polsek setempat.

Warga yang belum mendapat bagian, minta agar divaksin. Namun keterbatasan stok yang diberikan Dinas Kesehatan SBB hanya 300, mengingat masa pengawetnnya yang tidak bisa lama. Mereka yang di vaksin diharapkan dapat merangsang pembentukan imunitas tubuh sebagai upaya primer dalam mencegah penularan virus asal Wuhan itu.

“Kami hanya mendapatkan 300 dos vaksin dari Dinas Kesehatan. Warga lainnya yang minta di vaksin, tapi belum bisa karena stok terbatas,” katanya.

Usulan penambahan stok vaksin kata Rifan, sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan SBB dengan permintaan harus lebih diatas 300, minimal 500. Karena masih banyak warga yang belum mendapat bagian.

Apalagi ini merupakan, vaksinasi pertama dilakukan kepada warga Manipa selama Pandemi Covid-19. Setelah sebelumnya dilakukan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes).

“Harapannya dari usulan penambahan ini, Dinas harus member lebih banyak dari sebelumnya. Mengingat jangkauan distribusi vaksin dari Kabupaten ke Manipa cukup jauh. Apalagi saat ini mau diperhadapkan dengan musim ombak. Maka stok yang ada diusulkan minimal 500,” tukasnya Orang nomor satu di Puskesmas Manipa ini.

Dia mengaku, warga yang di vaksin, belum ditemukan satupun yang sakit demam atau gejala lainnya .

Baca: Ibu Ini Berhasil Sekolahkan Anaknya

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada keluhan apa-apa setelah divaksin, dan semoga sampai selesai program vaksinasi tidak ada kendala apa-apa untuk warga Manipa,” harap Rifan.

Salah satu staf Negeri Tuniwara Kecamatan Manipa, Rahmat Hidayat Prawira mengapresiasi antusias masyarakat dalam mengikuti vaksinasi yang dilakukan pihak Puskemas.

Baginya untuk daerah seperti Manipa meski belum ditemukan pasian positif Covid, namun jangan dianggap remeh. Antisipasi perlu dilakukan, salah satunya dengan vaksinasi sebagai bentuk pencegahan tubuh dari serangan virus.

Ia juga berharap, kekurangan stok vaksin yang diberikan Dinas Kesehatan harus menjadi perhatian untuk ditambahkan. Karena diketahui masih banyak warga yang belum mendapat bagian untuk divaksin.

“Antusias masyarakat mengikuti vaksin patut diberikan apresiasi. Kami juga minta Dinas Kesehatan bisa mengamini usulan penambahan stok vaksin dari Puskesmas Manipa untuk secepatnya direalisasi,” ungkap Prawira. (WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau